Senin, 23 Mei 2016 11:09 WIB

Polantas Jadi Sasaran Amuk Warga, Kapolri: Itu Biasa

Editor : Hendrik Simorangkir
JAKARTA, Tigapilarnews.com  - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti angkat bicara soal aksi-aksi kekerasan yang menimpa anggota Polantas. Intinya, Kapolri memandang itu hal biasa dan wajar.

Penjelasan itu disampaikan Kapolri, usai memimpin kenaikan pangkat sejumlah pati Polri, di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/5/2016).

"Sekarang lagi Operasi Patuh Jaya, tentu orang orang yang terkena tindakan itu bisa saja melakukan perlawanan," katanya.

Memang, menurut Badrodin, banyak perlawanan yang mungkin diterima polisi saat bertugas di lapangan. Bisa berbentuk caci-maki, kata dia, kekerasan, atau bahkan teror-teror.

"Itu hal yang biasa bagi polisi. Jangan terus hal yang seperti itu ditakutkan. Itu hal yang wajar," ujarnya.

Diketahui, dalam waktu satu bulan, terjadi dua aksi kekerasan yang menimpa anggota Polantas. Yakni yang menimpa Polantas Polres Jaksel Aipda M Nasro pada Minggu (22/5/2016) dan yang dialami polantas lainnya di Mampang, Jaksel, sekitar pekan lalu.

Terkait itulah, Badrodin mengimbau agar anggotanya senantiasa waspada dalam menjalankan tugas. "Ya sikap waspada saja, karena masyarakat kita kan belum sadar hukum," tuturnya.

"Sama saja dengan, misalnya, sampeyan distop petugas lalu lintas. Pasti Anda bertanya, “Pak pelanggaran saya apa?”. “saya enggak bersalah.”. Pasti begitu kan? Itu tanda-tandanya orang yang tidak sadar hukum," katanya.
0 Komentar