Jumat, 30 September 2016 10:21 WIB

KPK Benarkan Ahok Sudah Laporkan LHKPN

Editor : Luki Junizar
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan jika bakal calon gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah melaporkan kekayaannya.

"Pak Ahok sudah melaporkan LHKPN untuk Cagub DKI. Dilaporkan pada 21 September," kata Plh Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jumat (30/9/2016),

Ahok tidak datang langsung ke KPK untuk melaporkan harta kekayaannya. Sekretaris Ahok yang mengantarkan berkas laporan ke KPK.

Calon gubernur yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat itu membenarkan telah melaporkan harta kekayaannya ke KPK. "Ini baru masukin lagi, kan mau mencalonkan diri," kata Ahok, Kamis (29/9/2016).

Basuki Tjahaja Purnama tercatat rajin menyetor Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK. Ahok telah menyetor LHKPN sebanyak 6 kali sejak tahun 2005.

Ditilik dari acch.kpk.go.id, Kamis (29/9/2016), Ahok pertama kali menyetor LHKPN saat menjabat sebagai Bupati Belitung Timur tahun 2005. Saat itu total harta kekayaan Ahok sebesar Rp 8.327.278.368 dan USD 4.173. Selama menjabat Bupati, Ahok juga melapor kekayaan pada 2006 dan 2007.

Kemudian secara berkala Ahok menyetor LHKPN ketika menjabat sebagai anggota DPR RI di tahun 2009. Lalu saat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di tahun 2012. Terakhir, Ahok menyetor LHKPN sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2014.

Dalam LHKPN terakhir, total kekayaan Ahok meningkat menjadi Rp 21.302.079.561 dan USD 3.749. Harta Ahok paling banyak berupa harta tidak bergerak berjumlah 16 bidang tanah dan bangunan di Belitung Timur dan Jakarta.

Menariknya, Ahok tercatat tidak memiliki harta bergerak berupa mobil maupun motor. Padahal di LHKPN ketika menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, Ahok mencatatkan memiliki mobil Mitsubishi Kuda senilai Rp 85 juta dan Nissan X Trail senilai Rp 200 juta.

Saat menjabat sebagai Bupati Belitung Timur itu pula Ahok memiliki aset berupa pertambangan sejumlah 50 ton pasir silika yang disebut berasal dari warisan. Namun di LHKPN terbaru, aset tersebut sudah tidak lagi dicatatkan oleh Ahok.
0 Komentar