Sabtu, 07 Januari 2017 11:10 WIB

Masyarakat Diimbau Awasi Peredaran Situs Penjualan Tembakau Gorila

Editor : Luki Junizar
Laporan: Muchammad Syahputra

JAKARTA,Tigapilarnews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengimbau masyarakat agar dapat melakukan pengawasan peredaran narkoba jenis baru (Tembakau Gorila) yang saat ini marak dijual secara online di website.

Kabag Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan, para pengedar narkoba jenis baru (Tembakau Gorila) nampaknya tidak menutup diri dari segi penjualan, karena diketahui sudah menggunakan situs jual beli online, maka dari itu peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal ini.

"Jika masyarakat menemukan alamat website, situs penjualan tembakau gorila atau sejenisnya atau narkotika ilegal lainnya dimohon untuk dapat menginformasikan alamat web tersebut melalui sms center, WhatsApp (WA) BNN, pada nomor 081221675675," kata Slamet kepada Tigapilarnews.com, Sabtu (7/1/2017).

Dirinya menambahkan, Narkotika jenis baru tersebut masuk kedalam klasifikasi new psychoactive substances dengan nama AB-CHMINACA yang merupakan salah satu jenis synthetic cannabinoid (SC).

"Meskipun demikian hingga saat ini zat tersebut belum masuk daftar lampiran UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)," tambahnya.

Selain itu, kebanyakan dari SC yang beredar dikalangan masyarakat dikonsumsi dengan cara dimasukan kedalam rokok atau digulung menggunakan kertas, setelah itu dihisap hingga asap masuk kedalam paru-paru dan kemudian disebarkan ke organ lain terutama otak.

"Oleh karena itu salah satu efeknya yakni seseorang akan terlihat "ndomblong" tetapi di dalam dirinya terbayang jadi "sesuatu" misal superman dan lain sebagainya. Pada intinya pengonsumsi akan mengikuti apa "yang dirasakan," katanya.

Sedangkan efek samping dari penggunaan SC yaitu dimulai dari gangguan kejiwaan, memiliki pemikiran untuk bunuh diri, agitasi, agresi, cemas, gejala-gejala putus zat, bahkan sindrom ketergantungan.

"Di samping itu ditemukan pula beberapa kasus seperti stroke iskemik akibat SC, hipertensi, takikardi, perubahan segmen ST, nyeri dada, gagal ginjal akut bahkan infark miokardium," pungkasnya.
0 Komentar