Kamis, 23 Februari 2017 16:02 WIB

Jokowi Minta Ahok Tak Perlu Khawatir Soal Dana MRT

Reporter : Evi Ariska Editor : Hendrik Simorangkir
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), meninjau proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi dan proyek terowongan bawah tanah MRT Jakarta Fase-1. (Foto: Evi Ariska)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Presiden RI Joko Widodo mengatakan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk tidak memikirkan persoalan dana terkait pembangunan MRT.

Jokowi berpandangan, tahap kedua yang akan menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) - Ancol Timur dan tahap ketiga menghubungkan Cikarang, Jawa Barat - Balaraja, Banten, pembangunannya bisa didanai melalui pinjaman asing seperti halnya tahap pertama, yang didanai pinjaman Jepang.

Sehingga, tahapan awal pembangunan seperti pengkajian jalur, bisa segera dikerjakan tak perlu dimulai saat pendanaan telah tersedia penuh. Pengerjaan tahap lanjutan MRT, menjadi tak tertunda hingga 26 tahun seperti halnya tahap pertama.

"Beliau (Jokowi) katakan, jangan pikirkan dana," kata Ahok usai menemani Jokowi meninjau pengerjaan konstruksi bawah tanah MRT di Stasiun Setiabudi, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).

Sehingga, Ahok menilai hal itu sangat mungkin. Pasalnya, ada banyak negara yang tertarik memberikan pinjaman untuk keperluan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Selain itu, Pemprov DKI selaku pemerintah daerah di mana MRT beroperasi akan menjalankan mekanisme subsidi Public Service Obligation (PSO). Hal serupa telah diterapkan pemerintah untuk membantu pembiayaan operasional layanan TransJakarta sejak 2004.

Nantinya PSO akan membuat pengguna MRT nanti tidak perlu membayar langsung harga tiket mahal supaya biaya operasional MRT terpenuhi. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah melakukan subsidi yang membuat harga tiket MRT dapat ditekan hingga terjangkau.

"DKI tanggung PSO itu dari pelaksanaan aturan ERP (electronic road pricing/jalan berbayar elektronik) nantinya. Sehingga terjadi administrasi keadilan sosial kan," pungkasnya.

Proyek yang tahap pertamanya (Lebak Bulus - Bundaran Hotel Indonesia (HI)) saat ini telah selesai 65 persen itu, akan dilanjutkan ke tahap dua pada 2019, usai tahap pertama tuntas dan dioperasikan. Sementara tahap ketiga, atau jalur timur - barat, direncanakan baru mulai dibangun pada 2020.


0 Komentar