Selasa, 20 Juni 2017 12:01 WIB

Larang SOTR, Djarot Mengaku di-Bully

Reporter : Evi Ariska Editor : Hermawan
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balaikota DKI Jakarta, Selasa *20/6/2017). Foto: Evi Ariska

JAKARTA, Tigapilarnews.com  Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku di-bully oleh sejumlah pihak lantaran banyak tindak kejahatan dalam pelaksanaan sahur on the road (SORT)

"Saya sejak awal sebelum masuk bulan puasa sudah menyampaikan melarang SORT, bukan melarang sahurnya loh ya. Gara-gara saya keras melarang SORT saya juga di-bully, dianggap melarang sahur, dianggap tidak Islami," kata Djarot di Balaikota DKI, Selasa (23/6/2017).

Mantan walikota Blitar ini menegaskan bahwa tidak pernah melarang warga untuk menjalankan ibadah sahur.

Selama ini yang ditekankan adalah tidak boleh sahur on the road. Sebab, Djarot menilai kegiatan SOTT lebih banyak mengandung nilai mudarat daripada manfaat.

"Karena banyak diboncengi oleh gank-gank motor dan rawan untuk berbuat kriminal. Terbukti toh, meskipun tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Oleh sebab itu, meski Djarot merasa telah di-bully, akan tetapi politikus PDIP ini akan tetap melarang kegiatan SOTR dengan menggerakkan sejumlah petugas keamanan.

"Oleh karena itu, sekali lagi kami akan aktif turun untuk memantau wilayah. Karrna itu sudah menggangu dan berpotensi konflik, ya tindak. Siapa yang bisa nindak? Ya kepolisian," pungkasnya.

 


0 Komentar