Rabu, 16 Agustus 2017 10:25 WIB

Kinerja DPR dan DPD Sering Dikritisi, Jokowi Malah Sampaikan Pujian

Reporter : Bili Achmad Editor : Danang Fajar
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat sidang tahunan di Gedung DPR (ist)

JAKARTA,Tigapilarnews.com - Sidang tahunan MPR RI bersama dengan DPR RI dan DPD RI resmi digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Dalam sidang tersebut, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraannya dihadapan tamu undangan yang hadir diantaranya, mantan Presiden ke-3 B.J. Habibie, mantan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden ke-6 Tri Sutrisno, mantan Wakil Presiden ke-11 Boediono, dan pejabat-pejabat tinggi lainnya.

Selain menggugah semangat kemerdekaan, Jokowi dalam pidatonya memuji kinerja lembaga legislatif MPR, DPR, dan DPD.

"Terhadap tugas pengkajian sistem UUD 1945 dan pelaksanaannya, MPR berhasil menata sistem perekonomian nasional yang bisa mendukung pemerataan pembangunan, adapun penyerapan aspirasi mendasar MPR telah fasilitasi sejumlah kegiatan kebangsaan," kata Jokowi dalam pidatonya.

Lanjut, Jokowi menilai kinerja DPR dalam periode terakhir telah menujukan kinerja yang baik dalam melaksanakan tiga fungsi utama yakni budgeter, pengawasan, dan legislasi.

"Fungsi legislasi DPR telah selesaikan 14 RUU, diantaranya berkaitan langsung dengan program pemerintah seperti penyederhanaan perizinan, dan penyediaan faislitas investasi, adapun terhadap fungsi pengawasan DPR telah membentuk 36 tim, DPR juga memberi pertimbangan dan persetujuan terhadap duta besar negara sehabat," sambungnya.

Terakhir, Jokowi tak lupa memuji kinerja DPD, Ia mengatakan DPD telah menujukan kematangan demokrasi serta produk pertimbangan pada sejumlah produk legislasi 

"DPD terus melakukan peran internalnya, sungguh kita harus berbesar hati karena DPD telah tunjukan kematangannya dalam menghadapi masa-masa sulit konsolidasi internalnya, kinerja dpd telah hasilkan 10 pertimbangan RUU, 5 anggaran dan 3 terhadap pengawasan UU tertentu, dari pertimbangan itu sangat diperlukan untuk daerah-daerah," pungkasnya.

Seperti diketahui, kinerja lembaga legislatif pada tahun 2017 terus mendapat sorotan masyarakat. Salah satu yang dikritisi sejumlah pengamat yakni kinerja DPR yang dicap terburuk sepanjang masa lantaran baru menyelesaikan 2 RUU dari 50 RUU target prioritas. Selain itu DPD juga tak lepas dari banyaknya kontroversi mulai dari perpecahan ditubuh DPD sejak munculnya kepemimpunan Oesman Sapta Odang (OSO) hingga terlibatnya anggota DPD dalam partai politik.


0 Komentar