Senin, 11 September 2017 00:33 WIB

Upayakan Venue Squash di Senayan, INASGOC Bergerak Lebih Cepat

Editor : Eggi Paksha
Pelaksanaan test event cabang olahraga squash, di Siliwangi Squash Center, Jalan Lombok, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/09/2017) pagi. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) terus memantau dan mamastikan kesiapan venue yang akan digunakan dalam pesta olahraga multicabang negara-negara Asia tersebut. 

Diutarakan Wakil Deputi I (games operation) INASGOC, Djoko Pramono, idealnya hal tersebut rampung Desember 2017.

"Lebih cepat selesai tentu lebih baik. Sehingga atlet kita juga memiliki waktu yang tersisa cukup banyak untuk persiapan di venue demi mengejar prestasi yang lebih baik," ujarnya saat menyaksikan test event (uji coba) bertajuk Road to Asian Games 2018 cabang olahraga squash, di Siliwangi Squash Center, Jalan Lombok, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/09/2017) pagi.

Mengingat waktu yang semakin mendekati pelaksanaan Asian Games yang mulai bergulir pada 18 Agustus 2018, INASGOC akan bergerak cepat mulai Senin (11/09/2017), dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi-lokasi venue sebagai usaha mempercepat proses pembangunannya.

Pasalnya, Djoko menyebut hingga saat ini ada beberapa venue yang sudah dibangun tetapi belum selesai dan siap untuk dijadikan lokasi kompetisi, bahkan ada beberapa yang belum sampai tahap pembangunan.

"Karenanya (Senin) Direktur Venue INASGOC dan saya akan turun langsung untuk melakukan cek di lokasinya langsung dengan mengajak dua cabang olahraga setiap hari yang merupakan pelaksana kompetisi, untuk menanyakan apa yang mereka butuhkan agar venue tersebut segera siap dipakai karena sampai sekarang juga hampir semuanya belum siap pakai," katanya.

Terkait dengan beberapa cabang olahraga yang venue-nya sampai hari ini masih belum rampung, Djoko menyebut Inasgoc mencari solusi akan hal tersebut. "Bisa dengan penegasan kontrak pengerjaan venue dengan vendor atau juga dengan menyewa tempat yang telah ada sebagai solusi pilihan," ujarnya.

Banyak cabang olahraga yang sampai saat ini belum memiliki venue untuk Asian Games 2018, di antaranya seperti panjat tebing dan squash. Hasilnya, dua cabang olahraga itu tidak melaksanakan test event di lokasi aslinya.

Panjat tebing menggelar test event di Cikole, Bandung Barat, pada 6-10 September 2017, sedangkan squash di Lapangan Squash Siliwangi Bandung pada 10-16 September 2017.

Sementara itu, khusus untuk squash,  menggelar test event mulai 9-16 September dan mengusung tema Indonesia Squash Junior Invitational Tournament 2017. Selain Indonesia,  juga diikuti Singapura, Malaysia, DKI Jakarta, Riau, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Jawa Tengah. Masing-masing tim mengirimkan enam atlet yang terdiri dari tiga putra dan putri.

“ Untuk test event ini kita menyadari banyak venue yang belum siap. Sebab, ada yang baru dibangun. Tapi kalau kita  tunggu tahun depan, waktunya terlalu dekat. Kesempatan ini memiliki empat sasaran, yakni venue, SDM, manajemen pertandingan, dan regulasi yang digunakan,” tuturnya.

“Dipilihnya Bandung  karena tes arus dilakukan, sedangkan venue sesungguhnya belum siap.  Minimal, dari empat sasaran tadi, tiga telah terjangkau. Squash kita sarankan di Jalan Asia-Afrika, Senayan. Sudah ada arahan dari Kementerian PUPR,  jika semua vendor masih harus bertanggungjawab sampai setelah Asian Games. Kalau ada rencana B (kedua) di Bandung untuk squash, rasanya sulit. Kita mikir di Jakarta dan Palembang saja sudah rumit. Harus diakui, venue yang belum siap pakai hampir semua, termasuk di GBK,” tutupnya.(exe)


0 Komentar