Rabu, 13 September 2017 01:34 WIB

Sekda Jateng Bicara soal Tujuan POPNAS 2017

Editor : Eggi Paksha
Menpora Imam Nahrawi (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ketua Umum PB Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017 sekaligus Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono, mengatakan jika ajang tersebut bertujuan untuk evaluasi pembinaan olahraga secara Nasional.

Utamnya, dalam rangka mencari bibit unggul atlet berprestasi agar mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Selain itu juga untuk mengukur pencapaian atlet pelajar nasional. 

Pelaksanaan Popnas digelar mulai tanggal 10-21 September dan akan dilakukan di empat Kabupaten/Kota yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Surakarta,  Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.

"Peserta yang ikut dalam ajang ini sebanyak 6200 atlet dan ofisial," kata saat pembukaan Popnas XIV 2017 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Selasa (12/09/2017) malam. 

Dalam Popnas ke XIV ini dipertandingkan 21 cabang olahraga (cabor) dan empat cabor Exhibition dengan 287 medali yang diperebutkan.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, resmi membuka Popnas XIV 2017.

Pembukaan berlangsung meriah, dibuka dengan penampilan Grup Band D'Masiv, yang dilanjutkan dengan parade drum Band dari Akademi Kepolisian (Akpol) dan juga parade ribuan atlet dari 34 Provinsi.

Kemeriahan opening ceremony pesta olahraga tingkat pelajar itu juga diwarnai dengan penampilan tari kolosal yang menggambarkan kearifan lokal Jawa Tengah yang dibawakan oleh 300 pelajar SMKN 8 Surakarta dan ditutup dengan Kemeriahan pesta kembang api. 

Popnas merupakan kegiatan multi event untuk pembinaan olah raga di tingkat pelajar secara Nasional. Pertama kali dilakukan pada tahun 1999 di Jakarta kemudian rutin dilakukan setiap dua tahun sekali.

Jawa Tengah tahun ini merupakan yang kedua kalinya menjadi tuan rumah Popnas, sebelumnya pada Popnas tahun 1997 atau Popnas ke IV Jateng juga pernah menjadi tuan rumah.  

Menpora Imam Nahrawi menyatakan, inilah salah satu cara mencari bibit unggul melalui kompetensi usia dini. Melalui Popnas bisa menjadi kebangkitan prestasi oleh raga Indonesia. 

"Kompetisi usia dini menjadi penting karena sebagai pembinaan Atlet. Dengan semakin banyak atlet kita tidak akan kekurangan atlet dimana yang akan datang,"ujarnya. 

Imam Nahrawi menilai, di Indonesia memiliki banyak sekali atlet-atlet potensial. Maka dari itu, kata dia pemerintah harus aktif mencari atlet sampai ke kampung-kampung dari seluruh pelosok tanah air.

"Kita harus aktif mencari atlet dari kampung-kampung sampai pelosok untuk dibina agar mampu menjadi atlet yang berprestasi tingkat internasional," ujarnya. 

Dia pun berpesan kepada seluruh atlet dan juga penyelenggara untuk menjaga sportivitas dan tetap menjaga tali persaudaraan  dalam bingkai NKRI.(exe/ist)


0 Komentar