Rabu, 13 September 2017 02:50 WIB

Kemenpora Upayakan Gelar Popnas Dua Kali Setahun

Editor : Eggi Paksha
Yuni Poerwanti dengan Muhamad Hanan. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mengupayakan terwujudnya pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) mendatang dapat dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun.

Setidaknya, dengan begitu dapat terjadi percepatan infrastruktur, percepatan ekonomi, dan percepatan pariwisata di suatu provinsi. Sehingga, tidak hanya menjadi ajang pembibitan dan pencarian atlet untuk multiajang internasional dan mendapatkan para atlet berprestasi.

“Intinya kalau bisa, harus melalui kesepakatan bersama. Supaya  membangkitkan, apalagi kita ini, di masa-masa kemarin, tertidur untuk pembibitan yang berkelanjutan. Kalau perlu, suatu saat harus ada event antar SD (sekolah dasar) saja. Popnas ini, hasilnya akan dinaikan menjadi atlet yang tingkat berikutnya,” ujar Plt Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora sekaligus Staf Ahli Bidang Politik, Yuni Poerwanti, usai pembukaan Popnas XIV/2017 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/09/2017) malam.

“Jika peran masing-masing kementerian, lembaga dilakukan betul, misalnya, Depdiknas atau Depdikbud, di situ di UU 17 harus ada class meeting. Setiap akhir semester, itu harus ada. Dari situ akan jadi antarsekolah tapi se-kelurahan. Lalu pemenangnya, antarkencamatan, terus lanjuta se-kabupaten atau kota. Itu nanti menjadi Perseni Kabupaten, buat lagi, buat lagi, begitu terus. Kalau Popnas jadi diselenggarakan sebanyak dua kali, pasti gempar,” imbuhnya didampingi Asisten Deputi Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga Kemenpora, Muhamad Hanan Rahmadi.

Sedangkan terkait mekanisme pendanaan, Yuni menegaskan tidak perlu khawatir lantaran juga telah mendapatkan formulanya. Hanya saja, dikatakannya lagi, hal tersebut benar-benar menuntut kerja bersama.

“Kalau hanya dari APBN atau APBD, tidak bisa. Akan tetap kurang. Kerena itu harus didukung sponsor, yakni dunia usaha, BUMN atau masyarakat. Boleh orang perorangan, kelompok, organisasi dan ditampung menjadi satu untuk supporting. Itu hukumnya wajib. Bagaimana caranya? Mari kita lakukan bersama-sama. Kami pun akan mengawali dan mengajak,” imbuhnya.

“Ini adalah miniaturnya PON (Pekan Olahraga Nasional). PON itu orang dewasa, Popnas ini adalah anak-anak, pelajar. Satu tahun, sekolah itu kan dua semester. Nah Popnas dilakukan di akhir semester. Selain mempersatukan para remaja, juga unsur-unsur persahabatan, kompetisi, karakter, etika, semuanya masuk. Inilah penjelasan yang disebut miniaturnya PON,” pungkasnya.

Sementara itu, (Popnas) XIV/2017 bertujuan untuk evaluasi pembinaan olahraga secara nasional dna mencari bibit unggul atlet berprestasi agar mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Selain itu juga untuk mengukur pencapaian atlet pelajar nasional. 

Pelaksanaan Popnas digelar mulai tanggal 10-21 September dan dilakukan di empat Kabupaten/Kota yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kota Surakarta,  Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.

Peserta yang ikut dalam ajang ini sebanyak 6200 atlet dan ofisial dan mempertandingkan 21 cabang olahraga (cabor) dan empat cabor eksibisi dengan 287 medali yang diperebutkan.

Beberapa cabor di antaranya angkat besi, atletik, basket, badminton, dayung, gulat, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, senam, sepak bola, sepak takraw, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, tinju, voli indoor, dan voli pasir.

Terdapat empat cabor yang berstatus eksebisi yakni sepatu roda, anggar, panjat tebing dan wushu. Sebanyak 34 provinsi tampil, 2500 wasit dan juri, serta memperebutkan total 991 medali yang terdiri dari 287 emas, 287 perak, dan 417 perunggu. Untuk cabang ekhibisi memperebutkan 33 medali emas, 33 perak dan 62 medali perunggu.(exe) 


0 Komentar