Selasa, 14 November 2017 14:33 WIB

Kirab Pemuda Nusantara 2017 dan Mamuju Ulang Memori Manis 27 Tahun Silam

Editor : Eggi Paksha
Peserta KPN 2017 dan rombongan disambut tarian adat sebagai ucapan selamat datang. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

MAMUJU, Tigapilarnews.com- Perjalanan salah satu program unggulan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bertajuk Kirab Pemuda Nusantara (KPN) 2017 terus berlanjut.

Untuk di Zona II, kali ini giliran Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang disinggahi. Saat tiba usai berkeliling di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, peserta KPN 2017 dan rombongan disambut tarian adat sebagai ucapan selamat datang dan pengalungan kain tenun.

“Alhamdulillah, kami menjadi salah satu tempat persinggahan (KPN 2017).  Sekitar 27 tahun yang lalu, kegiatan serupa pernah diadakan, yakni kirab remaja nasional, dari seluruh nusantara untuk saling mengenal perbedaan dan mengenal wilayah, suku,  agama, budaya dan ras untuk memperkuat rasa kebhinekaan di kalangan anak-anak muda,” terang Bupati Mamuju, Hasbi Wahid dalam sambutannya di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (14/11/2017) pagi.

“Kini, semangat dan spirit kebangsaan itu kembali hadir di Kabupaten Mamuju, dikemas dalam versi yang lebih kekinian.  Dengan kemajuan teknologi dan semangat perubahan zaman yang dihadapi dunia, ada satu hal yang tidak pernah berubah dan selalu hadir, yakni kebhinekaan. Bhineka Tunggal Ika. Inilah yang menjadi  kekayaan kita yang membanggakan. Kita tinggal di tengah-tengah keberagaman, itu tidak bisa kita hindari dan harus dihormati dan dijaga,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbi juga didampingi Wakil Bupati Mamaju, Irwan S.P. Pabbari, Kapolda Sulbar Brigjen Baharudin Djafar, Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rifai Arfan, Dandim Mamuju Letkol Muhamad Imran, Sesdep Pemberdayaan Pemuda I Gusti Ngurah Sucitra, Kabid Grafika Khairil Adha, Kasubbid Pemahaman Industri Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda, Burhanuddin Luthfi, Kasubid Film Annisa dani Permatasari, dan Staf Kreatifitas Pemuda, yakni Noer Arief dan Muksin.  

Nilai-nilai positif yang diusung dari pelaksanaan KPN 2017, yakni menyapa dan menyentuh masyarakat hingga lapisan wilayah terluar Indonesia.

Selain itu, sebagai napak tilas kebhinekaan hingga diharapkan bisa mendorong promosi pariwisata lokal dan memunculkan potensi daerah setempat. 

“Keberadaan program ini (KPN 2017) menjadi sangat penting, strategis, sebab mambangun pemahaman para pemuda dengan baik seputar keberagaman, serta memiliki tradisi toleran. Sejak kemarin (tanggal 13), pasukan inti KPN telah menikmanti keakraban dan keindahan suasana alam Kabupaten Memuju, Sulawesi  Barat. Semoga kehadiran adik-adik dapat  memberikan nilai positif, menumbuhkan semangat kebangsaan dan rasa nasionalisme yang  kuat. Bukan hanya bagi peserta, tapi seluruh pemuda dan pemudi  Indonesia,” imbuh Hasbi.

“Kita berharap, peserta KPN 2017 harus punya visioner, bukan hanya bernilai napak tilas biasa, tetapi menjadi perekat persatuan bangsa serta memperkuat ikon-ikon pemuda, mendorong potensi daerah, ekonomi serta pariwisata.  Selain itu, diharapkan bisa memprakarsai Indonesia dengan karya-karya yang membanggakan,” tuturnya.

“Selamat datang di Bumi Manakarra (bumi pusaka yang sakti). Salam Kebhinekaan dan Jayalah Pemuda Indonesia,” pungkas Hasbi Wahid.

Sementara itu, pelaksanaan KPN 2017 di Kabupaten Mamuju juga dimeriahkan para pelajar yang di antaranya bersal dari SMAN 3 Mamuju, SMK Kesehatan ST. Fatimah Mamuju, dengan menggunakan pakaian adat dari seluruh daerah di Indonesia.

Selain itu, hadir juga KNPI Kabupaten Mamuju, Duta Pemuda Indonesia Sulbar 2017, kepala dinas beserta jajarannya, lembaga organisasi masyarakat, tokoh masyarakat dan Air Soft Mamuju Division. Setelah kirab dan hiburan kesenian daerah, acara juga diisi dengan pengucapan ikrar kesetiaan pada NKRI dan Pancasila.

KPN 2017 memiliki tagar #Berani Bersatu. Diikuti para pemuda pilihan, yang lolos dalam seleksi panjang yang diadakan Kemenpora, memiliki tugas di antaranya untuk berbaur dan menunjukkan bahwa perbedaan yang ada di tanah air dapat menjadi satu dalam wadah negara Indonesia. 

Sedangkan untuk Rute perjalanan, KPN 2017 terbagi atas dua zona, Miangas bergerak menuju Sabang hingga ke Blitar dan Zona Kedua yang dimulai dari Kota Rote Ndao di NTT bergerak menuju Merauke dan berakhir di Blitar. Blitar akan menjadi titik akhir dari pelaksanaan KPN 2017 pada 6-8 Desember 2017. 

Ada sejumlah kegiatan di setiap daerah yang dilintasi peserta KPN 2017, yakni Konsolidasi dan Deklarasi Pemuda untuk NKRI, Tapak Tilas Kebhinnekaan, Pawai Seni dan Budaya Pemuda, Festival dan Kompetisi Film Pendek Pemuda, Festival dan Kompetisi Band Indie Pemuda, Pameran Kreativitas Pemuda, Pergelaran Kreasi Busana Muslimah Pemuda, Talkshow, Workshop, dan Seminar, Temu Komunitas Pemuda Kreatif, Bakti Sosial Lingkungan Pemuda, Pemuda Membaca kitab Suci, Olahraga Rekreasi Bersama Pemuda, dan Color Nite Run.(exe)


0 Komentar