Selasa, 14 November 2017 17:32 WIB

Kasad Pimpin Serah Terima Empat Panglima Kodam

Editor : Eggi Paksha
Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono, memimpin upacara serah terima jabatan empat panglima Kodam dan enam pejabat perwira tinggi TNI AD, di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (14/11/2017).

ANTARA melaPorkan, empat jabatan panglima Kodam yang diserahterimakan itu adalah Panglima Kodam III/Siliwangi dari Mayor Jenderal TNI Herindra kepada Mayor Jenderal TNI Donni Monardo, Panglima Kodam IV/Diponegoro dari Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman, kepada Mayor Jenderal TNI Wuryanto.

 
Juga Panglima Kodam V/Brawijaya dari Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko kepada Mayor Jenderal TNI Arif Rahman, dan  Panglima Kodam XVI/Patimmura dari Munardo kepada Mayor Jenderal TNI Suko Pranoto.

Di bawah guyuran hujan, Mulyono juga melakukan serah terima enam jabatan perwira tinggi lain TNI AD , yakni Komandan Pusat Penerbangan TNI AD, dari Pranoto kepada Brigadir Jenderal TNI Besar Karyawan, Gubernur Akademi Militer, dari Rahman kepada Brigadir Jenderal TNI Eko Margiyono, dan Komandan Pusat Teritorial TNI AD, dari Mayor Jenderal TNI Hadi Prasojo kepada Mayor Jenderl TNI Hartomo.
 
Lalu Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI AD, dari Mayor Jenderal TNI Ilyas Alamsyah kepada Brigadir Jenderal TNI Muhammad Rahmad, Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD, dari Mayor Jenderal TNI Widagdo Sukoco kepada Brigadir Jenderal TNI Supartodi, serta Komandan Pusat Intelijen TNI AD, dari Brigadir Jenderal TNI Herianto Syahputra kepada Kolonel Infantri Djaka Utama.

Sulaiman akan menjabat wakil kepala staf TNI AD dan Herindra akan menjadi perwira staf ahli  III bidang hubungan internasional panglima TNI.

Menurut Mulyono, tour of duty dan tour of area juga proses pengayaan dan pengalaman serta menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD, yang pelaksanaannya menaati Prinsip-prinsip Pembinaan Personel; salah satunya adalah orang yang tepat di posisi yang tepat.

"Bukan dekat dengan siapa, orang siapa dan pernah mempersembahkan sesuatu sehingga jabatan yang diemban bukan amanah dari Allah tapi karena belas kasihan seseorang," kata Mulyono.
 
"Saya masih mendengar ucapan-ucapan dan saya juga berharap bahwa pergeseran/perpindahan jabatan juga jangan ditafsirkan 'Saya pindah, kesalahan saya apa? Ada apa pimpinan dengan saya kok saya dipindah?" kata dia.

Mulyono berharap para perwira dan isteri memahami tentang pergeseran jabatan adalah merupakan bagian dari pembinaan personel, bahwa TNI AD memiliki tujuan dan cakrawala yang lebih luas, dan akan terus dilakukan walaupun dengan konsekuensi suka dan tidak suka bagi pejabat yang bersangkutan.

Ia menjelaskan, rotasi jabatan di lingkungan TNI AD juga menunjukkan Reformasi Birokrasi TNI AD terus berjalan seiring dengan meningkatnya profesionalitas SDM, nilai etika dan budaya kerja, kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja di lingkungan jajaran TNI AD.(ant)

0 Komentar