Senin, 20 November 2017 20:22 WIB

Universitas Negeri Jakarta Terus Kembangkan Sport Science

Editor : Yusuf Ibrahim
Associate Profesional Nick Ball (kanan) dan Jocelyn Mara (kedua dari kanan) foto bersama salah satu peserta workshop. (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Sport Sience Workshop di Aula Puskabangkor, Kampus B UNJ, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Mustara Musa, Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Olahraga UNJ, menerangkan jika hal tersebut berlangsung sukses lantaran terlihat antusisme tinggi dari para peserta dan narasumber, Associate Profesional Nick Ball dan Jocelyn Mara.

“Ini berdasarkan MoU UNJ dengan Canberra University. Lalu ada program sport diplomasi dan didukung  Kedutaan Australi. Ini merupakan agneda pertama dan satu realisasi dari program tersebut,” katanya Musa setelah kegiatan, Senin (20/11/2017) petang.

“Kegiatan kali ini ada dua kali, satu di sini (kampus  UNJ) dan sekali lagi besok (21/11) di Kedutaan.  Latar belakangnya pertukaran keilmuan. Mereka mendatangkan profesor-profesor dan juga ada atletnya, tentu ini merupakan program yang cukup baik bagi pengembangan di kampus,” imbuhnya didampingi salah satu panitia, Albert Tangkudung.

Musa menargetkan, suatu saat pihaknya yang harus mengirimkan atlet dan narasumber ke Camberra. “Misalnya di cabang olahraga pencak silat, mereka tidak punya.  Kita lihat dan utamakan cabang yang berasal dari kita.  Untuk kali ini cabornya hanya sepak bola dan basket, karena populer dan ada kompetisinya di sana. Mereka ini keahliannya ada di strength and conditioning, analisis, data dan bagian sport science olahraga ke depannya,” tuturnya.

“Yang jelas kita jajaki terus, evaluasi dan kita harus bisa kirim perwakilan ke sana, sehingga tidak asal menerima saja. Kerja sama berlangsung empat tahun, ini program pertama dan selanjutnya masih kita evaluasi,” sambungnya.

Saat ini, sport science memiliki peranan penting mulai dari pembibitan, faktor fisik, metode latihan, catatan statistik atlet, penanganan cedera, peralatan latihan, hingga strategi pertandingan.
 
Pemanfaatan sport science dalam pembinaan olahraga prestasi yang besar, sayangnya dirasa belum optimal.
 
Sport science merupakan disiplin ilmu yang mempelajari penerapan dari prinsip-prinsip sains dan teknik-teknik yang bertujuan untuk menigkatkan prestasi olahraga. Jerman, Tiongkok, Korea Selatan, dan Australia adalah beberapa negara yang sudah sangat intensif menginplementasikan iptek olahraga yang canggih. Hasilnya, prestasi atlet pun terdongkrak di berbagai cabang olahraga.

Sementara itu sebagai catatan, Associate Professor Nick Ball merupakan Wakil Profesor di bidang sports Biomechanics dan sekarang menjabat sebagai Kepala Bidang Ilmu Olahraga di Univeristy of Canberra. Nick juga pernah menja pelatih strength untuk atket Paralimpiade, atlet olahraga dayung, bola basket kelas yunior dan atlet ruqbi di Inggris.

Sedangkan Mara kini menjabat sebagai Dosen Ilmu Analisis Olahraga di Univerty of Canbbera. Bidang pelajarannya mencakup analisis performa, informatika olahraga, pemantauan atlet  dan analisi data. Di antaranya, dia juga sebagai analisis performa untuk Canberra United Football Club (W-League musim 2017/2018), yang mecakup analisa GPS untuk atlet disaat pelatihan dan pertandingan.(exe)


0 Komentar