Jumat, 19 Januari 2018 16:08 WIB

Kaum Disabilitas Miliki Hak Pilih Pemimpin

Editor : Yusuf Ibrahim
Kaum disabilitas memberikan hak suara di pemilihan umum. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Nina Yuningsih, menyatakan pemilih dari kaum disabilitas memiliki hak untuk menentukan pemimpin Jabar dengan menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar 2018.

"Ditekankan kepada mereka (disabilitas) adalah kesadaran pentingnya sebagai pemilih, bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, jadi jangan membeli kucing dalam karung," kata Nina usai sosialisasi Pilgub Jabar untuk keluarga besar Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jabar di Hotel Cipanas Indah, Kabupaten Garut, Jumat (19/01/2018).

Ia menuturkan, Pilkada Provinsi Jabar maupun kota/kabupaten di Jabar merupakan kesempatan bagi kaum disabilitas untuk menyalurkan hak pilihnya menentukan pemimpin cerdas dan amanah dalam melaksanakan tugasnya nanti.

Kaum disabilitas, kata dia, memiliki hak yang sama seperti masyarakat umum lainnya dalam menentukan pemimpin Jabar lima tahun ke depan, untuk itu harus dikenali terlebih dahulu para calon pemimpin yang akan maju pada Pilkada Jabar.

Ia menyampaikan, para penyandang disabilitas harus menggunakan hak pilih dengan baik, dimulai dengan mempelajari dan mengenali calon gubernur atau calon bupati dan wali kota di Jabar.

"Telaah dulu calon yang akan dipilih," kata Nina dihadapan peserta calon pemilih dari HWDI yang datang dari beberapa daerah di Jabar.

Komisioner KPU Jabar lainnya, Agus Rustandi menambahkan, seluruh masyarakat Jabar yang memiliki hak pilih, termasuk pemilih dari kaum disabilitas sudah seharusnya meneliti visi misi para calon sebelum akhirnya memilih.

Menurut dia, pemilih yang cerdas, kritis dan teliti akan menentukan hasil pemimpin yang baik dan cerdas untuk menjalankan amanah masyarakat saat memimpin Jabar nanti.

"Jadilah pemilih cerdas dan berkualitas agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas pula," katanya.

Agus mengajak, para pemilih dari kaum disabilitas untuk menghindari atau melaporkan segala praktik politik uang yang dilakukan pasangan atau tim suksesnya pada saat pelaksanaan Pilkada Jabar.

Ia menegaskan, keberhasilan Pilkada Jabar tentunya ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya dari partisipasi masyarakat penyandang disabilitas untuk bersama-sama mensukseskan pilkada tanpa praktik curang.

"Kami mengingatkan agar masyarakat, atau keluarga besar HWDI menghindari `money politic`, karena itu salah," katanya.

Dalam sosialisasi tersebut komisioner KPU Jabar hanya menyampaikan tentang tahapan pelaksanaan Pilkada Jabar, kemudian mengajak untuk menyalurkan hak pilihnya, lalu mengenalkan empat pasangan bakal calon Gubernur Jabar yang sudah daftar ke KPU Jabar.(ant)


0 Komentar