Kamis, 17 Mei 2018 15:09 WIB

Polisi menangkap Abu Umar Pemimpin JAD

Editor : Amri Syahputra
Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api yang disebabkan oleh ledakan bom di Gereja Pantekosta Surabaya (GPPS) di Jawa Timur pada 13 Mei.

Surabaya, Tigapilarnews.com _ Polisi telah menangkap seorang pria yang dicurigai sebagai pemimpin kelompok teroris pro-Islam (IS) grup Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Jawa Timur di Malang, setelah serangkaian pemboman awal pekan ini di ibukota provinsi Surabaya.

Pria itu telah diidentifikasi sebagai Syamsul Arif 37 tahun, juga dikenal sebagai Abu Umar.

Penangkapan itu dikonfirmasi oleh kapolri Jenderal Tito Karnavian saat siaran langsung televisi pada hari Selasa.

“(Kami belum) hanya menangkap ketua (JAD) di Surabaya, tetapi kami juga telah menangkap pemimpin bab Jawa Timur JAD di Malang,” kata Tito.

Konfirmasi itu disuarakan oleh juru bicara Polda Jawa Timur Kombes. Frans Barung Mangera pada hari Rabu, ketika dia mengatakan Abu Umar termasuk di antara 18 orang yang ditangkap oleh skuad kontraterorisme Densus 88 antara Senin dan Selasa.

Menurut polisi, Umar ditangkap bersama istrinya Wahyu Mega Wijayanti di sebuah rumah kontrakan di Malang, Selasa pagi.

Namun, kontraterorisme dan ahli radikalisme Rakyan Adibrata mempertanyakan pentingnya Abu Umar. Tidak seperti Jamaah Islamiyah (JI), JAD memiliki rantai komando yang longgar, yang berarti bahwa bahkan jika polisi menangkap salah satu pemimpinnya, serangan individu tidak akan berhenti.

“Di JAD tidak ada rantai komando, tindakan dapat diambil tanpa pengambilan keputusan kolektif seperti dalam JI, ”kata Rakyan kepada wartawan pada hari Kamis.

Juga karena rantai komando yang longgar di JAD, kemungkinan akan ada kekosongan kepemimpinan di Jawa Timur, katanya, karena pemimpin berikutnya akan diputuskan oleh ideolog JAD terkemuka, Aman Abdurrahman, yang saat ini dalam tahanan.

Meskipun demikian, ia menambahkan, penangkapan Abu akan tetap menguntungkan upaya kontraterorisme Indonesia.

"Penangkapan akan tetap membantu (polisi) dalam menemukan lebih banyak jaringan JAD di Jawa Timur dan mencegah rencana untuk serangan-serangan teror individual," kata Rakyan.


0 Komentar