Selasa, 18 Juni 2019 13:46 WIB

Chris John Ragu Menang KO Lawan Menpora Imam

Editor : Eggi Paksha
Chris John (kedua dari kanan) dan Elisabeth Liu (kedua dari kiri). (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Legendaris tinju Indonesia Chris John akan kembali beradu tinju.

Kali ini pria yang dijuluki The Dragon itu bakal bertarung dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, pada laga uji coba kejuaaraan The Border Battle 2019 di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 5-7 Juli 2019.

Ajang tersebut merupakan gagasan Chris bersama yayasannya Chris John Foundation, bekerja sama dengan Fahiluka Surya Production, Mitra Event NTT serta didukung Kemenpora. Nantinya, ajang tersebut akan diikuti petinju amatir dan profesional. 

Sebanyak 15 petinju amatir dari kategori pria, wanita hingga junior akan beradu kekuatan pada 6 Juli. Keesokan harinya, ada pula tiga pertandingan non gelar antara Indonesia melawan Timor Leste.

Selain itu, bakal disajikan tiga duel untuk memperebutkan sabuk International Boxing Organization (IBO) dan World Boxing Council (WBC). Pada agenda tersebut, tiga putra NTT akan mewakili Indonesia. 

Tibo Monabesa bakal melawan atlet Australia Omari Kimweri untuk memperebutkan gelar juara Light Flyweight IBO. Kemudian Defry Palulu bakal bentrok wakil Thailand Panya Uthok (Super Feather IBO International & WBC Asia Title) serta John Ruba melawan atlet Filipina Joepher Montano (Super Lightweigt IBO Oceania &WBC Asia Title).

Untuk memeriahkan suasana, Chris akan kembali naik ke atas ring untuk menghadapi Menpora. Beberapa jam sebelumnya, dia juga akan beradu kekuatan dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Atlet kelahiran Banjarnegara itu senang bisa ambil  bagian pada kejuaraan tersebut. Dia berharap The Border Battle 2019 bisa menjadi pelopor agar ke depannya banyak kejuaraan tinju yang digelar di Tanah Air.

“Saya mengiyakan ketika mendapat tawaran menghadapi Pak Menteri. Tapi saya belum tahu, akan menang KO atau tidak. Tapi yang pasti saya senang bisa menggelar kejuaraan tinju seperti ini,” kata Chris pada konferensi pers di Sport Corner kawasan gedung Kemenpora, Senayan, Senin (17/6/2019) siang.

Kejuaraan tersebut diadakan dalam rangka mencari bibit baru atlet tinju bertalenta di Indonesia. Setelah era Chris dan Daud Yordan, dunia tinju Indonesia memang terbilang loyo karena belum punya juara tinju profesional baru.

Kupang dipilih sebagai lokasi kejuaraan karena minat tinju di kota tersebut sangat tinggi. Sejarah mencatat, banyak petinju berbakat lahir di sana seperti seperti Thomas Americo, Boy Gasparersz, Johny Asadona, Hermensen Ballo, A Roga dan Alex Bajawa.

Sementara itu, Menurut Ketua Fahiluka Surya Production Elisabeth Liu, bahwa event tingkat dunia ini baru pertama kali digelar di kota Kupang.

“Event The Border Battle, sudah kita persiapkan sejak September 2018 lalu. Kita melihat beberapa tahun terakhir ini, setelah eranya Chris John dan Daud Jordan berakhir, atau empat tahun terakhir ini kita tidak memiliki juara dunia lagi. Kami melihat ada beberapa petinju  NTT yang punya potensi untuk dijadikan sebagai petinju dunia guna mencetak juara tinju dunia,” papar Elisabeth Liu, atau biasa disapa Elsa.

“Kami berharap, pihak-pihak lain, seperti stakeholders atau pihak swasta dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga bisa membantu terselenggaranya pertarungan tinju tingkat dunia ini. Sebagai orang yang pernah dibesarkan di NTT, saya melihat potensi petinju-petinju NTT sangat mumpuni untuk diorbitkan. Kami juga berterima kasih kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap event ini,” tutupnya.


0 Komentar