JAKARTA, Tigapilarnews.com - Rakyat Suriah di Sayyidah Zaynab masih trauma dengan serangan bom yang terjadi di kawasan selatan Damaskus itu.Lebih dari 70 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri yang dilancarkan ISIS, Minggu (31/1/2016). Warga setempat mengutuk rangkaian pengeboman itu dan menyebut para penyerang sebagai pengecut."Mereka telah melakukan peledakan ini sebab mereka pengecut. Kalau saja mereka bukan penakut, mereka tentu akan datang untuk berperang melawan kami dengan menggunakan senapan mereka. Tapi mereka pengecut," kata seorang perempuan berusia 40-an dengan air mata berlinang, Senin (1/2/2016).Pada Minggu pagi, kelompok ISIS dilaporkan melancarkan tiga pemboman di Wilayah Sayyidah Zaynab. Pengeboman itu dimulai dengan ledakan mobil yang diisi peledak dan ditujukan ke satu bus penumpang di Jalan As-Sudan.Ketika orang mulai berkumpul di lokasi ledakan untuk melihat apa yang telah terjadi, dua pengebom bunuh diri ISIS dengan mengenakan sabuk peledak meledakkan diri mereka di tengah kerumunan orang.Warga lain, seorang pria berumur 40-an, tidak menyembunyikan kemarahannya. “Pasar ini terkenal, dan semua orang di sini tahu bahwa ini adalah pasar yang dipenuhi orang. Bahkan tak ada tentara di sini, jadi mengapa mereka melakukan peledakan? Mereka datang untuk meledakkan perempuan kami, sebab mereka adalah perempuan," ujarnya.Tempat Suci Sayyidah Zaynab menjadi pusat kajian agama bagi pemeluk Syiah dan tujuan ziarah pemeluk Syiah dari seluruh dunia.“Ini adalah perbuatan teroris, perbuatan orang yang tidak takut pada Tuhan, yang tidak menghormati kemanusiaan. Seandainya mereka adalah manusia, mereka takkan melakukan ini," kata seorang ibu.Putranya, yang berusia 14 tahun dan seorang siswa, bertanya-tanya mengapa orang bisa melakukan perbuatan kejam semacam itu."Mengapa mereka melakukan itu? Apa salah kami? Kami tidak besa belajar atau memusatkan perhatian di sekolah setelah ledakan itu. Semoga Allah menghukum mereka atas apa yang telah mereka lakukan, tak peduli siapa pun mereka," kata sang anak.