Senin, 15 Februari 2016 19:43 WIB

Kapolres Sabang Ciptakan Polri Yang Humanis

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya tarian di Sabang, Kapolres Sabang AKBP Nurmeiningsih, gagas bentuk sanggar tarian berinovasi di jajaran Polres Sabang.

Digagasnya sanggar tarian khas Aceh di Polres Sabang, menurut Nurmei, karena banyak hal. Selain dilatar belakangi Sabang sebagai daerah destinasi kunjungan wisata, ia juga menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan dan melestarikan budaya khusus tarian khas Aceh yang ada di Sabang.

Lebih jauh, ia juga berkeinginan menciptakan pencitraan pendekatan Polri yang Humanis melalui budaya-budaya tarian.

"Penari dari sanggar tarian ini dilakoni puluhan Bintara Remaja Polisi Wanita (Polwan) dan Polisi Laki-laki yang ada di Polres Sabang," ujar Nurmei, di ruang kerjannya, Senin (15/2/2016).

Dalam keterangannnya, ada dua jenis tarian adat yang sedang dilatih, di antaranya tarian "Ratu Jaro" (ratu jari) ditarikan para Bintara Remaja Polisi Wanita (Polwan). Tarian ini akan disuguhkan untuk sarana penyambutan para tamu khusus petinggi dari jajaran Polri yang berkunjung tugas secara adat.

Kemudian tarian seni budaya khas dari Pulau Aceh "Likok Pulo" (liak-liuk pulau), yang dimainkan oleh 12 penari Bintara Remaja Polisi Laki-laki (Polki).

[caption id="attachment_6935" align="alignnone" width="300"]Kapolres Sabang Ciptakan Polri Yang Humanis Kapolres Sabang Ciptakan Polri Yang Humanis[/caption]

Tidak hanya itu, ujar Nurmei, sanggar tarian para Polwan dan Polki Polres Sabang ini juga dapat disiapkan untuk menyambut para tamu wisatawan manca negara dari kapal pesiar yang berkunjung ke Sabang, imbuh Kapolres Sabang AKBP Nurmeiningsih.

Terpisah, terkait tarian Likok Pulo, menurut tokoh syeikh (pemuka) tarian Likok Pulo, Yah Bit, asal Pulau Aceh, kepada RRI menerangkan jika diciptakan sejak 1845 silam, oleh Syeh Ahmad Bayderhon.

Pulau Aceh tarian ini dikembangkan sebagai alat sarana menyebaran agama Islam dimasa lampau, hingga sampai saat ini tarian dimaksud menjadi tarian khas masyarakat kepulauan Pulau Aceh, wilayah administrasi Kabupaten Aceh Besar.(exe)
0 Komentar