JAKARTA, Tigapilarnews.com- Ratusan ribu warga Brasil memadati jalan-jalan di seluruh negeri pada Minggu, (13/03/2016) menuntut pelengseran Presiden Dilma Roussef.Unjuk rasa terbesar dalam sejarah Negeri Samba itu seakan memperlihatkan kemarahan warga yang semakin menyebar dan mengancam posisi pemimpin beraliran kiri itu. Dari Kota Manaus di wilayah Amazon sampai kota-kota besar seperti Sao Paulo dan ibu kota Brasilia, para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Roussef.Protes ini juga memberi tekanan yang semakin besar kepada Parlemen Brasil untuk kembali mendukung impeachment terhadap perempuan berusia 68 tahun itu. Laporan Reuters, Senin (14/03/2016) menyebutkan bahwa protes kali ini diperkirakan lebih besar daripada protes antipemerintah yang terjadi pada Maret tahun lalu yang diikuti oleh setidaknya satu juta orang.Perkiraan dari pihak kepolisian dari 150 kota di Brasil yang dikumpulkan oleh laman berita G1 menunjukkan setidaknya tiga juta warga Brasil ambil bagian dalam protes kali ini. Sao Paulo, setidaknya 500 ribu orang dilaporkan ikut serta dalam demonstrasi. Jumlah itu bahkan sempat berlipat menjadi 1,4 juta orang menurut perkiraan polisi militer setempat. Meski begitu, tidak ada kerusuhan dan kekerasan yang dilaporkan terjadi.Roussef yang menjabat sebagai Presiden Brasil sejak 2011 dianggap bertanggung jawab atas lemahnya ekonomi Brasil serta resesi terburuk dalam 25 tahun terakhir.Meski menyatakan tidak akan mundur, kepopuleran Roussef semakin menurun setelah dia dan mantan mentor serta pendahulunya Luiz Inacio Lula da Silva tersangkut kasus korupsi dan pencucian uang yang oleh warga Brasil disebut dengan Operation Carwash.(exe/ist)