Sabtu, 19 Maret 2016 13:31 WIB

Cerita Mucikari Meriechan Jual PSK ABG Online

Editor : Hermawan
Laporan: Arif Muhammad Riyan

 JAKARTA, Tigapilarnews.com - Kasus prostitusi online saat ini kian marak. Sebelumnya, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap pasangan suami istri yakni Mami Meriechan dan Yanwar Hidayat yang menggeluti bisnis prostitusi online. Mami Meiriechan beserta suaminya diciduk aparat Polda Metro Jaya di sebuah kamar hotel di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (16/3/2016).

Mirisnya, mami Meriechan memperdagangkan anak di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai pemuas nafsu pria hidung belang alias Pekeja Seks Komersial (PSK). Korban yang diamankan oleh polisi seorang PSK di bawah umur yang berinisial RJM (17). Dia masih duduk di bangku SMA, dan seorang PSK yang saat ini sedang hamil 6 bulan, yaitu IH (25). Mereka diperdagangkan oleh mami Meriechan melalui website forum sex online.

Menurut pengakuan mami Meriechan, korban yang menawarkan diri sendiri kepada mami Meriechan untuk dijadikan sebagai PSK.

"Saya cuma mau bantu mereka yang datang ke saya aja. Oke lah memang ini salah, saya tidak membenarkan diri saya. Tapi saya enggak menganggap diri saya 100 persen salah. Karena memang balik lagi, mereka yang dateng kok ke saya. Saya juga enggak kaya germo-germo lain yang minta uang ini itu dari mereka. Bahkan, kalau mereka gak ada (uang), boleh ditanya, saya suka kasih mereka apa yang mereka butuhin. Walau memang kalau saya lagi enggak ada (uang), saya minta balik lagi itu. Saling membantu aja selebihnya," ujar mami Meriechan saat diwawancarai wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (18/3/2016) malam.

Mami Meriechan sebelumnya sempat berprofesi sebagai Event Organizer (EO) di sebuah perusahaan. Sebab, dia mahir berkenalan dan berkomunikasi kepada wanita yang nantinya akan dipekerjakan sebagai PSK.

"Perempuan bisa kenal di mana aja, perempuan kan kalau kenalan, ya kenalan saja. Ada beberapa dari mereka yang sudah jualan sebelumnya dan sebelumnya saya bekerja di EO yang mengharuskan saya berkenalan dengan banyak perempuan," ungkap mami Meriechan.

Mami melakukan komunikasi kepada PSK-nya melalui WhatsApp (WA), Blackberry Massenger (BBM), dan Line untuk memberikan informasi berupa pelanggan yang sudah melakukan booking terhadap PSK miliknya itu.

Mengingat, mami Meriechan mempunyai beberapa lapak di forum sex online salah satunya bernama forum ‘Semprot Krucil’. Lapak itu bernama "Dg's Heaven is Back", dan lapak "Meriechan Kingdom". Lapak ini berguna untuk mengetahui profile PSK, keahlian serta fotonya.

Dari lapak tersebut, pelanggan dapat memilih dan melakukan Booking Out (BO) para PSK pilihannya. Setelah itu, pelanggan dapat melakukan konfirmasi terhadap mami Meriechan perihal PSK yang sudah pelanggan pilih. PSK yang disediakan mami kebanyakan masih di bawah umur. Ada pula yang sedang hamil.

Kemudian, mami akan mengirim foto PSK kepada pelanggannya melalui WA agar memperjelas perihal PSK yang diinginkan pelanggan sebelumnya.

"Jika sudah disepakati, pelanggan diwajibkan membayar DP (down payment) terlebih dahulu ke rekening saya (mami Meriechan). Setalah itu PSK akan diantar oleh mami ke hotel yang sudah di-booking oleh saya. Jadi nanti pelanggan datang kesana," ucap mami Meriechan.

Mami Meriechan mempunyai banyak stok PSK ABG. Dia mengakui sempat ingin berhenti menggeluti profesi sebagai germo. Tapi, kedua PSK-nya (RJM dan IH), tidak setuju lantaran mereka masih memiliki beberapa kebutuhan ekonomi yang harus dituntaskan.

"Ada beberapa, tapi sudah banyak yang saya berhentikan. Karena balik lagi, sebenarnya ketika saya nikah saya mau berhenti total. Ketika saya mau berhenti, yang dua orang ini, yang satu minta please sampai dia lulus (SMA), biar untuk ujian, sampai untuk biaya kampus. Dan, untuk satu lagi (yang hamil), boleh ditanya ke anaknya, dia minta untuk (biaya) operasi caesar, karena pacarnya enggak mau tanggung jawab untuk kehamilannya yang keempat ini," tutur mami Meriechan.

Mami Meriechan berkisah sudah menggeluti profesi sebagai germo ini sejak Desember 2015. Biasanya, mami Meriechan memasok harga untuk PSK asuhannya sebesar Rp 1,5 juta. Para PSK tersebut mendapatkan bayaran sekira Rp 300-350 ribu. Menurut mami Meriechan, sisa bayaran tersebut digunakan untuk membayar sewa hotel dan apartemen.

"Tarifnya paling tinggi Rp 1,5 juta untuk long time sekira 6 jam. Itu yang buat yang SMA, kalo yang lebih tua bisanya murah sekira Rp. 700 ribuan," katanya.

Mami Meriechan juga tidak mau kenal lebih dekat oleh PSK asuhannya itu. Sebab, dia hanya ingin membantu mereka saja untuk mencari pria hidung belang yang nanti akan membayarnya.

Dalam sehari, mami Meriechan belum tentu mendapat pelanggan. Karena di forum sex online itu yang menjadi germo tidak hanya mami Meriechan saja, melainkan ada seratusan germo yang mempunyai lapak di forum tersebut.

"Sehari satu dan belum tentu setiap hari ada. Balik lagi, di forum itu ada ratusan germo dan satu germo bisa punya berapa anak di lapak. Saya enggak mungkin selaku itu. Kalau selaku itu mungkin saya sudah enggak tinggal di sini. Ngumpet-ngumpet di mana gitu, enggak di pinggiran Tangerang yang masih kumuh. Kalau dibilang untung sebulan Rp 10 juta enggak juga," imbuh mami Meriechan mengakhir pembicaraan.

Masih Sulit Diberantas.

Polisi memang masih kesulitan memberantas prostitusi online di Indonesia khususnya Jakarta ini. Kendati demikian, polisi masih terus berusaha memberantas prostitusi online tersebut. Pasalnya, masih banyak wanita di bawah umur terjun menjadi sebagai PSK.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti, menuturkan, kasus prostitusi online seperti ini masih banyak yang belum terungkap.

"Banyak yang belum terungkap karen dia modusnya menggunkaan website itu kan agak sulit namun dengan membutuhkan keahlian cybercrime, ya jadi kami kerja sama dengan Ditreskrimsus (Direktorat Kriminal Khusus) untuk mengungkap kasus-kasus seperti ini," tegas Kombes Krishna, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/3/2016) siang.

Diketahui, pasangan suami istri ini menjual PSK dibawah umur sejak Desember 2015. Mereka menjual para PSK yang berusia 17 tahun dan 25 tahun yang saat ini sedang hamil 6 bulan melalui forum sex online.

Mami Meiriechan diciduk di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (16/3/2016). Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 1 buku tabungan, buku berisi catatan pelanggan yang booking PSK ABG, handphone, dan kartu ATM.
0 Komentar