Sabtu, 30 April 2016 07:35 WIB

Wenger Tuding Suporter Ganggu Penampilan The Gunners

Editor : Yusuf Ibrahim
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Arsene Wenger akhirnya gerah usai disalahkan suporter atas kegagalan Arsenal merebut gelar juara Liga Inggris musim ini. Manajer asal Prancis menilai, cemoohan penonton kepada dirinya yang justru mengganggu penampilan The Gunners.

Musim ini, Arsenal dipastikan gagal meraih gelar juara. Hasil imbang yang diraih saat melawan Crystal Palace 17 April lalu menutup peluang Aaron Ramsey dan kawan-kawan mengangkat trofi. Arsenal kalah saing dari Leicester City dan Tottenham Hotspur.

Kegagalan Arsenal meraih gelar juara membuat Gooners, sebutan pendukung Arsenal, disebut bakal menggelar demo besar-besaran saat pertandingan pekan ke-36 melawan Norwich City di Emirates Stadium, Sabtu (30/04/2016).

Mereka menuntut manajemen klub memecat pria yang sudah melatih sejak 1996 itu. Pasalnya, sudah 13 tahun penggemar merindukan gelar juara yang tak pernah masuk lemari trofi klub.

Ada tiga kelompok suporter terbesar Arsenal yang akan berdemo. Aksi membentangkan scarf hitam dan merah akan dilakukan saat pertandingan sebagai bentuk kemarahan mereka.

Namun Wenger coba melawan. Ia menyebut sikap dan cemoohan suporter yang dialamatkan kepadanya, malah membuat atmosfer kandang jadi tak nyaman untuk pemain.

"Kami kehilangan kejuaraan di kandang saat melawan tim lemah, tapi kami bermain di kandang dalam situasi yang sulit. Kami coba menunjukkannya, jauh dari rumah kami adalah pemenang kejuaraan. Sedangkan di kandang, melawan tim lemah, kami kalah," ucap Wenger dikutip The Sun, Jumat (29/04/2016)

"Klub ini punya nilai yang spesial dan pengalaman saya bertahun-tahun itu harus didukung bersama-sama. Tidak ada kesuksesan tanpa dukungan," tambahnya.

Tak cuma suporter, Wenger juga menyindir para komentator yang kerap menunding strateginya jadul. Pelatih berjuluk The Professor itu mengklaim orang yang mengkritik permainan Arsenal justru tak punya karakter.

"Beberapa orang menanyakan karakter tim ini, tetapi mereka juga punya karakter dan sikap. Beberapa orang yang bertanya justru punya karakter yang lebih rendah ketimbang tim ini," imbuhnya.

"Ada beberapa kelompok yang coba menipu penggemar kami. Jauh dari agenda dan ego yang besar, tidak begitu banyak di belakang sana. Anda harus mengambil perspektifnya dan melihat evolusi bertahun-tahun tidaklah mudah. Sangat frustrasi memang ketika kami berada dalam posisi bersaing dalam waktu yang lama, tapi kekecewaan kami belumlah terlalu jauh," pungkasnya.(exe/ist)
0 Komentar