Senin, 30 Mei 2016 16:28 WIB

Heru Mundur, Pengumpulan KTP Harus Diulang

Editor : Hendrik Simorangkir
Laporan: Evi Ariska

JAKARTA, Tigapilarnews.com – Kabar mundurnya bakal calon wakil gubernur yang menjadi pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dalam Pemilukada DKI Jakarta 2017 diyakini memberi dampak buruk. Sebab, dukungan yang sudah dihimpun jadi mubazir.

Hal itu disampaikan pengamat politik Amir Hamzah, Senin (30/5/2016), terkait isu pengunduran diri Heru Budi Hartono sebagai bakal cawagub DKI pada Pemilukada 2017 mendampingi Ahok.

"Kalau itu benar, berarti alamat jelek di Ahok. Itu berarti dukungan yang sudah dihimpun, jadi mubazir,” kata Amir di Gedung DPRD DKI Jakarta.

“Dengan mundurnya Pak Heru, padahal pencalonan harus sepasang, berarti kan Ahok harus mencari wagub lagi. Nah, berarti dia mulai dari nol. Kalaupun dapat calon baru, dia mesti cari KTP lagi," ujar Amir.

Terkait itu, Amir juga melontarkan pandangan bahwa salah satu penyebab mundurnya Heru karena gaya kepemimpinan Ahok. “Saya kira mungkin karena kepemimpinan Ahok,” paparnya.

Selain boleh jadi, menurut Amir, ada masalah lain yang menyangkut Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

"Tapi juga mungkin yang diantisipasi oleh Pak Heru itu adalah penyampaian laporan hasil Pemeriksaan BPK terhadap APBD 2015, nanti akan disampaikan oleh BPK pada sidang paripurna, pada 2 Juni," ungkap Amir.

Kemungkinan lain, Amir menyebut, masalah yang menyangkut aset Pemda DKI. "Atau yang berkaitan dengan tugas pokok Pak Heru sendiri,” ujarnya.
0 Komentar