Senin, 30 Mei 2016 16:53 WIB

TNI Tangkap Pencuri Ikan Berbendera China

Editor : Rajaman
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku geram atas pencurian ikan yang dilakukan kapal berbendera China di Laut Natuna, Kepulauan Riau  dibekingi Coast Guard (kapal penjaga pantai) China yang melakukan aksi shadowing saat KRI Oswald Siahaan-354 jenis frigate hendak menangkap.

Menurut Sekjen KKP Syarief Widjaja, tindakan kapal patroli China memantau proses penangkapan dari kejauhan di kawasan yang masuk Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sudah melanggar batas yakni masuk perairan Natuna.

"Seharusnya tidak terjadi. Sama-sama menghormati wilayah kedaulatan negara masing-masing. Sebetulnya ZEE itu merupakan hak negara pemilik pantai mengelola secara ekonomis," kata Syarief di kantor KKP, Senin (30/5/2016).

Syarief menuturkan, kapal-kapal patroli negara asing bisa memasuki wilayah ZEE dengan catatan melaporkan ke otoritas laut di wilayah tersebut.

"Kapal-kapal negara lain boleh lewat, tapi harus laporan. Kalau seandainya ada kapal-kapal asing kemudian melakukan eksploitasi tanpa izin itu ilegal, kemudian kalau sudah ilegal didampingi kapal patroli lain, yah itu jelas tidak etis," jelasnya.

Sebelumnya,Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI AL telah menunjukkan penegakkan kedaulatan NKRI di Laut dengan menindak tegas kapal-kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah yurisdiksi Indonesia, yaitu menangkap kapal berbendera Cina Gui Bei Yu dengan nomor 27088 di Laut Natuna yang diduga melakukan illegal fishing di perairan Indonesia, Jumat (27/5/2016).

Keberhasilan jajaran TNI AL tersebut, menindaklanjuti perintah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk seluruh jajaran TNI agar meningkatkan pengawasan di seluruh perbatasan termasuk diantaranya perbatasan di Laut Cina Selatan sampai batas laut terluar.

Dalam penangkapan kapal ikan berbendera Cina tersebut, awalnya bermula dari KRI Oswald Siahaan (Owa)-354 melaksanakan patroli sebagai tindak lanjut dari rapat komando Armabar dua pekan lalu. Setelah dilakukan patroli, terdeteksi kapal Cina yang diduga melakukan illegal fishing (pencurian ikan).

“Kemudian kita tangkap, pada saat ditangkap, kita bawa ke Natuna rusak mesinnya kemudian kita tarik pakai tali tundang,” ungkap Pangarmabar, Laksda TNI A. Taufiq R saat memberikan keterangan pers di Mako Koarmabar, Sabtu (29/5/2016) malam
0 Komentar