Selasa, 02 Agustus 2016 07:48 WIB

Komite Olimpiade Internasional Bantah Ditekan Presiden Rusia

Editor : Yusuf Ibrahim
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Sikap berbeda diperlihatkan Komite Olimpiade Internasional menanggapi megaskandal penggunaan doping di Rusia.

Sang Presiden, Thomas Bach, yang sebelumnya menyalahkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) atas temuannya, membantah telah ditekan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Sebelumnya diberitakan Rusia terbukti bersalah setelah WADA memaparkan bukti adanya penggunaan doping di Olimpiade musim dingin 2014. Namun IOC ketika itu memutuskan Rusia tetap bisa berlaga di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, dengan syarat melewati aturan ketat terlebih dahulu.

Keputusan itu langsung banjir kecaman. IOC pun membuat pembelaan dengan menegaskan "tidak bertanggung jawab atas temuan WADA yang berasal dari pihak eksternal". Selain itu Bach juga membantah telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Rusia untuk meringankan sanksi.

Seperti dilansir Inside the games, Senin (01/08/2016), hubungan Bach dengan Presiden Putin disorot akibat kedekatannya jelang Olimpiade musim dingin 2014. Sebaliknya, Putin juga diketahui jadi orang pertama yang mengucapkan selamat kepada Bach setelah terpilih jadi presiden IOC.

Namun pria berusia 62 tahun membantah telah berbicara dengan pihak Kremlin, khususnya saat temuan WADA dipaparkan. "Bahkan pada hari itu atau minggu-minggu sebelumnya," bantahnya.

Bach yang dicecar pertanyaan, juga menjawab pertanyaan wartawan Jerman, Hajo Seppelt, yang pertama kali menulis laporan skandal doping di Rusia. Seppelt menanyakan kabar yang menyebut jika IOC bakal melarang dua petinggi negara Rusia yakni Menteri Olahraga, Vitaly Mutko, dan Presiden Putin, datang ke Rio.

Sebelumnya Menteri Mutko juga dianggap terlibat dalam skandal manipulasi hasil doping di Rusia. Pasalnya, dalang pelaku yang diungkap WADA adalah sang wakil menteri, Yuri Nagornykh, sehingga Mutko tak logis andai tak tahu menahu.

Menanggapi pertanyaan itu, Bach mengatakan IOC tak punya wewenang memutuskan demikian. Ia juga menyebut 'nuansa politis' dalam skandal ini cuma pendapat umum belaka.

"Itu adalah hak semua orang untuk ekspresikan pendapatnya. Yang penting bagi IOC adalah menjelaskan secara lengkap atas semua tuduhan. IOC juga tidak dalam posisi untuk menghukum kepala negara," tandasnya.(exe/ist)
0 Komentar