Selasa, 27 September 2016 07:24 WIB

Sylviana dan Sandiaga Tuturkan Peranan Media

Editor : Yusuf Ibrahim
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Sylviana Murni dan Sandiaga Uno yang merupakan dua cawagub yang akan bertarung pada Pilgub DKI Jakarta 2017, menyambangi Kantor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


Kedua cawagub ini berjanji siap dikritik oleh media massa bila menjadi kepala daerah. Sylviana Murni dan Sandiaga Uno mendatangi Balai Kota DKI menghadiri penghargaan jurnalisitik MH Thamrin yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).


Cawagub Sylviana Murni  mengatakan, penghargaan jurnalistik yang diadakan PWI merupakan kegiatan yang sangat bagus. Apalagi, nominasi-nominasi pemenang tulisan bersifat krikit yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi.


Mantan None Jakarta 1981 itu pun memandang media sebagai tempat untuk mengedukasi masyarakat.
Terpenting sesuai aturan dan kaidah jurnalistik yang berlaku.


"Saya setiap hari senang dikritik. Justru kalau dikritik itu ini, ada hal yang perlu saya evaluasi. Tapi kalau itu enggak sesuai aturan pasti saya marah. Tapi marahnya saya santun," kata Sylviana Murni di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.

Cawagub Sandiaga Uno menuturkan, peranan media akan menjadi sangat sentral lantaran media mendukung dari segi kegiatan pemberitaan yang apa adanya dan bukan hanya membangun opini. Menurut Sandiaga Uno, pemberitaan media yang apa adanya itu membuat program-program dapat berpihak pada rakyat.

Dengan begitu, lanjut Sandi, Pemprov DKI seharusnya dapat menjadikan pemberitaan media yang sifatnya kritik sebagai bahan evaluasi.


"Kritik media merupakan bentuk kebebasan dan kemerdekaan pers, kalau karya itu bagus ya pasti akan diapresiasi. Itu merupakan kontrol, ke depannya mungkin, kita harus biasa melihat membangun di DKI ini harus terbuka. Kalau kritikannya bagus ya harus kita apresiasi," tuturnya.

Sandi pun mengaku telah menjadikan kritik media dan aspirasi warga sebagai visi-misinya yang akan disempurnakan dengan visi-misi bersama Anies Baswedan. Terpenting, visi-misi dan program yang akan dilakukan bukanlah sebuah pencitraan.

"Semua bisa lihatlah siapa yang berkunjung ke 267 kelurahan. Tidak usah buat-buat pencitraan," ujarnya.(exe/ist)

0 Komentar