Rabu, 28 September 2016 08:35 WIB

Pelatih Inggris Terlibat Kasus Suap dan Penyalahgunaan Wewenang

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pupus sudah harapan Sam Allardyce menemani Inggris saat Piala Dunia 2018.

Itu bukan karena The Three Lions gagal mendapat tempat di Rusia, melainkan akibat melanggar hukum. Allardyce diangkat sebagai pelatih Inggris pada 22 Juli 2016 menggantikan Roy Hodgson.

Pria berusia 61 tahun itu dikontrak dua musim dan mendapat tugas membawa anak asuhnya hadir di Negeri Beruang Merah. Karir Allardyce bersama Tiga Singa sepertinya akan cerah.

Soalnya, dia melakukan debut indah dengan mengalahkan Slovakia 1-0 pada laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, 5 September lalu. Tapi, pekembangan terbaru berkata sebaliknya.

Allardyce diambang pemecatan, bahkan hampir pasti lengser karena terlibat kasus penyuapan dan penyalahgunaan wewenang. Dia bersedia mengakomodir transfer illegal asalkan dibayar 400 ribu pounds.

Kebusukan Allardyce terkuak setelah dijebak wartawan telegraph yang menyamar sebagai pengusaha asal Timur Jauh. Dalam aksinya, pengusaha itu menghubungi Allardyce dan ingin bertemu secara rahasia.

Allardyce bersedia menemani si pengusaha ke Singapura dan Hong Kong untuk bernegoisasi. Dalam pertemuan itu, si pengusaha ingin mendatangkan pemain asing ke Liga Primer. Tapi, karena terbentur regulasi FA, sangat sulit bagi si pemain hadir di Inggris.

Rupanya, Allardyce mengaku bisa menolong. Dia mengklaim tahu cara “membelokan” regulasi FA itu agar pemain yang bersangkutan bisa merumput di Negeri Ratu Elizabeth II. Sebagai upah, pelatih yang digaji 3 juta pounds per tahun itu meminta 400 ribu pounds.

Allardyce menyatakan dapat membantu si pengusaha dengan memakai cara yang dilakukan bawahannya pada 2008. “Itu bukan masalah. Anda masih bisa melakukannya. Tentu saja. Putaran uangnya sangat besar di sini,” ucapnya yang direkam kamera tersembunyi ketika menggelar makan malam.(exe/ist)
0 Komentar