Kamis, 06 Oktober 2016 08:10 WIB

Presiden Filipina Minta Obama Pergi ke Neraka

Editor : Yusuf Ibrahim
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, tak peduli dengan keputusan Amerika Serikat (AS) yang menolak menjual senjata ke Filipina.


Karena, ditambahkan Duterte, Rusia dan China menjamin akan memasok senjata dengan mudah. Duterte juga mengatakan bahwa Presiden Barack Obama agar “pergi ke neraka” setelah AS tak mengkritik perang narkoba di Filipina.

Dalam pidatonya di Manila hari Selasa (4/10/2016), Presiden Duterte kembali mengumbar rasa ketidaksukaannya dengan AS. Duterte bahkan sempat mengucapkan; ”Saya akan putus dengan Amerika”. Namun, tidak ada penjelasan apa maksud dari kata “putus” itu.

Duterte, dalam pidatonya juga mengungkapkan bahwa AS menolak menjual rudal dan beberapa senjatanya kepada Filipina. Keputusan AS itu muncul setelah perang narkoba yang dikobarkan Duterte di Filipina memicu pembunuhan brutal besar-besaran yang merenggut ribuan gembong dan pengguna narkoba.

”Walaupun mungkin terdengar seperti kotoran bagi Anda, ini adalah tugas suci saya untuk menjaga integritas republik ini dan orang-orang yang sehat,” kata Duterte, seperti dikutipReuters.

”Jika Anda (AS) tidak ingin menjual senjata, saya akan pergi ke Rusia. Saya mengirim para jenderal ke Rusia dan Rusia mengatakan 'jangan khawatir, kami memiliki semua yang Anda butuhkan, kami akan memberikannya kepada Anda',” ujar Presiden Filipina berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” ini.

”Dan untuk China, mereka mengatakan 'hanya perlu datang dan tandatangani, dan semuanya akan disampaikan',” lanjut Duterte.

Sebelumnya, Duterte mengatakan bahwa dia akan meninjau pakta perjanjian kerja sama pertahanan AS-Filipina. Duterte juga pernah menginginkan agar pasukan AS hengkang dari wilayah Filipina selatan.

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2014, membolehkan AS menempatkan pasukannya di pangkalan militer Filipina. Tujuannya untuk menjamin keamanan maritim dan operasi kemanusiaan dan penanganan bencana.

Duterte mengatakan AS seharusnya mendukung Filipina dalam menanggulangi masalah narkoba yang sudah kronis. Tapi, dia kesal karena AS justru mengkritiknya karena tingginya angka kematian, seperti halnya kritik dari Uni Eropa.

”Alih-alih membantu kami, yang pertama memukul adalah Departemen Luar Negeri (AS). Jadi, Anda bisa pergi ke neraka, Obama, pergilah ke neraka,” katanya. ”Uni Eropa, lebih baik memilih api penyucian. Neraka sudah penuh. Mengapa saya harus takut pada Anda?” kesal Duterte.(exe/ist)

 
0 Komentar