Sabtu, 29 Oktober 2016 08:50 WIB

Rusia Tolak Hasil Investigasi Tim Gabungan

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Rusia mementahkan harapan Barat untuk menjatuhkan sanksi PBB terhadap Suriah atas penggunaan senjata kimia.

Rusia menolak hasil investigasi tim gabungan. Sebaliknya Rusia menyatakan Suriah harus menyelidiki sendiri tuduhan bahwa pasukan pemerintah melakukan serangan gas klorin dan penggunaan gas mustard oleh ISIS.

"Kesimpulan dari JIM (Joint Investigative Mechanism) tidak definitif, tidak mengikat secara hukum dan kesimpulannya tidak bisa dijadikan sebagai dasar putusan hukum," kata Dubes Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (28/10/2016).

"Damaskus harus melakukan penyelidikan nasional yang komprehensif tentang insiden senjata kimia yang dikonfirmasi oleh JIM," katanya. Churkin menambahkan, sementara Rusia masih mempelajari laporan terbaru, kebanyakan kasus dalam laporan penyelidikan internasional penuh dengan kontradiksi dan tidak meyakinkan.

Laporan keempat dari penyelidikan selama 13 bulan oleh PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), global pengawas senjata kimia, menyalahkan pasukan pemerintah Suriah untuk serangan gas beracun di Sarmin, Idlib, pada 16 Maret 2015.

Rezim Assad juga dianggap bertanggung jawab atas serangan gas kloris di Talmenes pada tanggal 21 April 2015. Laporan itu juga menyatakan jika ISIS menggunakan gas belerang mustard dalam serangan di Aleppo, Suriah utara pada 21 Agustus 2015.(exe/ist)
0 Komentar