Sabtu, 03 Desember 2016 08:30 WIB

Presiden Perancis Sadar Minim Dukungan

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Presiden Perancis, Francois Hollande, mengatakan bahwa dia tidak akan maju dalam pemilihan presiden (pilpres) Perancis 2017, untuk periode kedua.

Hollande sadar diri bahwa dukungannya untuk ikut pilpres minim. ”Saya menyadari risiko kurangnya dukungan yang cukup yang diperlukan, jadi saya telah memutuskan untuk tidak menjadi calon (presiden) dalam pemilihan presiden,” kata Hollande dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Perancis, Kamis (01/12/2016) sore.

”Dalam beberapa bulan mendatang, tugas saya adalah untuk terus memimpin negara sesuai dengan mandat. Anda memilih saya pada tahun 2012,” ujarnya.

Dalam pidatonya di Istana Elysee, Hollande ingat dengan janji dan komitmen yang dia buat selama kampanye pilpres 2012 silam.

Dia mengakui ada kesalahan yang dia buat, termasuk rencana untuk mencabut kewarganegaraan ganda bagi tersangka teroris yang hanya menyebabkan perpecahan di negaranya.

Hollande adalah Presiden Perancis yang tidak populer sejauh ini, dengan jajak pendapat menyatakan bahwa dia tidak akan bisa melawan rivalnya, Francois Fillon, dari partai sayap kanan Les Republicains, dan Marine Le-Pen, dari partai sayap kanan Front Nationale (FN).

Menanggapi keputusan Hollande yang tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, Fillon mengatakan bahwa hal itu menggarisbawahi kegagalan Presiden Hollande.

”Malam ini, presiden republik jelas mengakui kegagalannya yang melarang dia untuk melangkah lebih jauh,” kata Fillon dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip Russia Today, Jumat (2/12/2016).

”Periode lima tahun ini berakhir dalam kekacauan politik dan runtuhnya kekuasaan,” lanjut dia.

Perdana Menteri Perancis, Manuell Valls, menyambut keputusan Presiden Hollande. ”Ini adalah keputusan seorang negarawan,” katanya.(exe/ist)
0 Komentar