Minggu, 11 Desember 2016 23:14 WIB

Rossi Harap Vinales Tak Jadi Seperti Lorenzo

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Valentino Rossi sudah mewanti-wanti rekan barunya di Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales, untuk tidak macam-macam dengannya.

Rupanya, itu semua demi usaha The Doctor meraih titel juara dunia ke-10 di berbagai kelas. Analisis itu disampaikan oleh media Spanyol Diario Gol.

Dari ucapan Valentino Rossi di sela-sela Monza Rally Show 2016 sepekan silam, bisa digambarkan bahwa The Doctor menyiratkan gambaran situasi MotoGP 2017, dimana dia akan mulai berbagi garasi dengan Maverick Vinales di Yamaha.

Tapi demi meraih gelar juara dunia ke-10, Rossi telah mengirim peringatan pertama kepada Maverick. Intinya, The Doctor tidak mau rekan setim barunya (Vinales), jadi seperti Jorge Lorenzo, mantan rekan setimnya selama tujuh musim di Yamaha.

Persaingan antara Rossi dan Lorenzo begitu hebat, hingga sempat berujung renggangnya relasi mereka berdua di Yamaha. Tentu saja, Rossi tak ingin hal dan situasi serupa terjadi antara dia dengan Vinales.

Karena itu, di sela-sela Monza Rally Show 2016, Rossi telah lebih awal menegaskan kepada Vinales, atas garis batas kekuasaannya di Yamaha. “Saya lebih memilih seorang pembalap pengganti (Lorenzo) seperti Dani Pedrosa, yang usianya sedikit lebih tua (ketimbang Vinales). Saya berharap mendapat masalah kecil dari Maverick, tapi sepertinya dia sama kuatnya dengan Lorenzo,” tutur Rossi waktu itu.

Sebagai ‘anak baru’ di Yamaha, selain mesti berkompetisi menunjukkan taringnya, Vinales harus menyesuaikan diri dengan karakter spesial seorang Rossi. Yang mana pembalap dari Tavullia tersebut, sudah jelas tidak menginginkan hadirnya Lorenzo yang baru.

Menurut sumber Diario Gol di paddock MotoGP, Rossi benar-benar menginginkan musim 2017 jadi tahun suksesnya, atau momen tepat meraih gelar juara dunia ke-10 di GP Motor. Mumpung Vinales masih anak baru di Yamaha, dia harus menuruti team order tidak tertulis yang diinginkan Rossi.

Jika musim 2017 Rossi sukses, maka dia sudah bisa pensiun dari ajang ini, saat kontraknya berujung di akhir 2018. Dari semua analisis tadi, muncul peringatan dari garasi Rossi. “Kalau Anda (Vinales) membantu saya, takkan terjadi perang di garasi Yamaha (seperti era Rossi-Lorenzo).”

Bantuan dari Vinales amat dibutuhkan Rossi guna mengalahkan Marquez, yang sudah tiga kali mengalahkannya di pacuan juara dunia MotoGP. Khususnya, untuk melindunginya meraih finis posisi pertama.

Kalau Vinales finis di posisi kedua, artinya podium tersebut tidak jatuh ke tangan Marquez. Dengan begitu, selisih poin yang didapat antara Rossi dengan Marquez, akan lebih besar dan amat berguna di pacuan gelar juara dunia.(exe/ist)
0 Komentar