Senin, 19 Desember 2016 07:28 WIB

Hamas Tuding Israel Bunuh Ahli Drone di Tunisia

Editor : RB Siregar
GAZA, Tigapilarnews.com - Kelompok Hamas Palestina di Gaza, Sabtu (17/12/2016) waktu setempat, menuding Israel atas pembunuhan di Tunisia pada pekan ini terhadap warga Tunisia yang diyakini sebagai ahli drone. Tindakan itu akan menimbulkan ancaman balasan.

Organisasi sayap bersenjata Hamas, Barikade Qossam, menyatakan bahwa Mohammad Zawari yang ditembak di dekat Kota Sfax, Kamis (15/12/2016) lalu, merupakan anggota kelompok tersebut selama 10 tahun dan memberikan supervisi pada program pesawat nirawaknya.

"Barikade Qossam berduka atas syahid Palestina, syahid Arab, dan syahid negara Islam, pemimpin Qossam, insinyur dan pilot Mohammad Zawari yang dibunuh oleh antek-antek Zionis, Kamis (15/12/2016) di Sfax," demikian pernyataan yang diunggah di laman kelompok tersebut.

"Pihak lawan harus tahu darah pemimpin Zawari tidak akan sia-sia," demikian pernyataan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Tunisia menyatakan bahwa Zawari dibunuh di dalam mobilnya dengan berondongan peluru di depan rumahnya di El Ain, dekat Kota Sfax, Kamis (15/12/2016).

Empat unit mobil sewaan digunakan dalam pembunuhan tersebut dan dua pucuk pistol serta alat peredam suara disita, demikian pihak kementerian. Tayangan televisi yang disiarkan di media lokal menunjukkan mobil Volkswagen warna hitam, pada bagian jendela tampak tertembak.

Seorang juru bicara kehakiman dari Sfax, Mourad Tourki, kepada radio Tunisia, Shems FM mengungkapkan bahwa delapan warga Tunisia ditangkap terkait pembunuhan tersebut.

Salah satu tersangka adalah seorang wartawan yang berbasis di Hungaria ditangkap bersama seorang juru kamera. Dua tersangka lainnya, salah satunya warga Belgia yang berasal dari Maroko masih berstatus buron, demikian kata Tourki.

Pihak berwenang belum memberikan komentar mengenai siapa yang berada di balik pembunuhan tersebut. Menteri Israel yang juga orang kepercayaan Netanyahu, Tzachi Hanegbi, kepada Channel One Israel, Jumat (16/12/2016) berujar, "Saya berharap persoalan ini tidak akan menyudutkan kami. Persoalan ini tidak ada kaitannya dengan kami dan tidak seorang pun dari mereka yang ditangkap itu adalah sekutu kami."

Media Tunisia melaporkan bahwa Zawari kembali ke Tunisia pada 2011 setelah menghabiskan waktu dua dasawarsa di negara orang, termasuk Suriah. Mereka menyebutkan bahwa pria berusia 49 tahun itu seorang direktur teknik pada perusahaan industri dan pakar model pesawat.

Israel pada masa lalu menyuarakan keprihatinan bahwa kelompok-kelompok bersenjata di Gaza dan Lebanon akan mengerahkan pesawat tanpa awak yang membawa bahan peledak di dalam wilayah perbatasannya dalam perang masa depan.

sumber: antara
0 Komentar