Jumat, 23 Desember 2016 07:30 WIB

Drone AS Buat Ukraina Kecewa

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Mini-drone Raven RQ-11B yang dipasok Amerika Serikat (AS) kepada militer Ukraina untuk misi tempur di Ukraina timur tidak berguna.

Hal itu membuat militer Ukraina kecewa. Pada bulan Juli, Kementerian Pertahanan Ukraina mengklaim menerima 24 mini-drone RQ-11B Raven, produk terbaru AeroVironment.

Paket bantuan AS senilai USD12 juta kepada Ukraina itu bagian dari European Observari Initiative (ERI). Drone tersebut dirancang untuk misi mata-mata terhadap musuh di medan tempur.

Setelah kurang dari enam bulan masuk layanan militer Ukraina, Kiev mengeluhkan bahwa drone AS tidak berguna untuk operasi pengawasan di Lugansk dan Donetsk, dua wilayah Ukraina timur yang dilanda konflik.

”Dari awal, itu adalah keputusan yang salah untuk menggunakan drone ini di (konflik) kami,” kata Natan Chazin, seorang penasihat kepala staf umum angkatan bersenjata Ukraina kepada Reuters, yang dilansir Kamis (22/12/2016).

Chazin, pejabat Ukraina etnis Yahudi yang pernah diduga menjabat sebagai pelaksana komando Israel, mengatakan bahwa drone-drone yang diproduksi AeroVironment sebagian besar sekarang berada di gudang penyimpanan.

Drone AS itu dianggap tidak membantu banyak militer Ukraina untuk mengintai pasukan separatis Ukraina timur yang menerobos posisi militer Ukraina. Selain itu, drone Raven RQ-11B memiliki baterai dengan daya tahan singkat.

RQ-11 Raven memiliki berat 4,2 pon. Mini-drone ini diluncurkan dengan tangan untuk misi mata-mata siang dan malam. Karena kelemahan desain, milisi separatis Ukraina timur dapat dengan mudah mencegat pesawat tanpa awak itu.

Militer AS mengakui kepada Reuters bahwa semua drone Raven kini telah ditingkatkan ke versi digital. Ini bukan pertama kalinya AS telah disalahkan karena memasok peralatan militer yang rusak dan usang kepada Ukraina.

Laporan sebelumnya di media-media AS menyebut bahwa Washington menyediakan kendaraan tempur Humvee tua yakni produk akhir 1980-an dan rompi antipeluru usang yang tidak lagi digunakan pasukan AS sejak pertengahan tahun 2000-an.(exe/ist)
0 Komentar