Jumat, 20 Januari 2017 23:14 WIB

Jelang Pelantikan Trump, Wall Street Menguat

Editor : Eggi Paksha
Ilustrasi Wall Street. (poto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, menguat pada Jumat, menjelang pelantikan Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump.

Trump, seorang pengusaha New York dan mantan bintang realitas televisi, dijadwalkan akan dilantik sekitar tengah hari oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts di Washington.

Investor akan fokus pada pidato pengukuhan Trump untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang kebijakan ekonominya.

"Semua mata akan tertuju pada isi dan gaya pidato Trump. Semakin 'Presidensial' pidatonya, semakin baik hasilnya untuk pasar," kata broker retail Morgan Stanley pimpinan Hans Redeker dalam sebuag catatan.

Janji-janji kampanye Trump soal pajak dan reformasi peraturan, serta belanja infrastruktur yang lebih tinggi telah mendorong Wall Street ke beberapa poin pasca-pemilu. Namun, investor masih menunggu untuk melihat bagaimana ia akan melaksanakan rencana-rencana ambisius itu.

Saham AS ditutup lebih rendah pada Kamis karena dibayangi data ekonomi yang kuat, di mana investor berhati-hati menjelang hari pelantikan.

Indeks berjangka naik pada Jumat, sehari setelah Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System Janet Yellen mendukung kebijakan Trump tentang kenaikan suku bunga secara bertahap.

Dow naik 11 poin atau 0,06 persen pada Jumat, dengan 22.464 kontrak berpindah tangan. S&P 500 e-mini ESc1 naik 4,5 poin atau 0,2 persen, dengan 107.969 kontrak diperdagangkan.

Nasdaq 100 e-mini NQc1 naik 12,5 poin atau 0,25 persen, pada volume 17.160 kontrak. "Saya harapkan hari yang sangat tenang. Biasanya peristiwa seperti ini, yang ramai dipublikasikan, sangat mendistraksi sepanjang hari dan saya berharap tidak akan banyak volatilitas," kata Brad Lamensdorf, CEO Active Alts Inc.

Dollar DXY naik tipis untuk sesi ketiga berturut-turut, setelah jatuh ke posisi terendah dalam lebih dari satu bulan pada Selasa merespon komentar Trump. Demikian diberitakan Reuters.(exe/ist)