Senin, 30 Januari 2017 16:38 WIB

2016, Antam Catatkan Produksi dan Penjualan Feronikel Tertinggi

Editor : Rajaman
PT. Aneka Tambang (Antam) (ist)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mencatatkan capaian produksi dan penjualan feronikel tertinggi sepanjang sejarah untuk kinerja tahun 2016.

Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman mengemukakan, pada 2016 ini, perseroan mencatatkan produksi feronikel sebesar 20.293 ton, sementara penjualannya tercatat sebesar 20.888 TNi.

"Capaian produksi dan penjualan feronikel itu menjadi landasan yang solid bagi kami untuk terus melakukan ekspansi komoditas hilir nikel. Selain nikel, Atam juga terus berupaya meningkatkan pertumbuhan komoditas utama lainnya yakni emas dan bauksit," kata Tedy, Senin (30/1/2017).

Ia optimistis fundamental perusahaan akan semakin solid di tahun 2017 dengan ditopang peningkatan kinerja operasi, upaya penghematan biaya serta inovasi dalam penciptaan nilai.

Sepanjang tahun 2016, ia membeberkan, volume produksi feronikel tercatat sebesar 20.293 ton TNi, naik 18 persen jika dibandingkan volume produksi tahun sebelumnya sebesar 17.211 TNi. Sementara volume penjualan feronikel di 2016 tercatat sebesar 20.888 TNi atau naik 12 persen dibandingkan penjualan tahun sebelumnya sebesar 18.643 TNi.

"Peningkatan volume produksi feronikel ini didukung dengan telah selesainya keseluruhan paket proyek perluasan pabrik feronikel pomalaa (P3FP) serta selesainya perbaikan trafo pada pabrik FeNi II yang telah kembali dioperasikan pada bulan Mei 2016," katanya.

Untuk komoditas emas, ia menyampaikan, pada 2016 Antam mencatatkan volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 2.208 kg dengan volume penjualan emas sebesar 10.227 kg.

"Antam berupaya untuk mengoptimalkan penjualan emas dengan melakukan berbagai inovasi, salah satunya dengan pengembangan produk perhiasan yang dipadukan dengan emas batangan motif batik. Antam juga terus berupaya untuk meningkatkan jangkauan pemasaran di dalam dan luar negeri," katanya.

Untuk pasar ekspor, lanjut Tedy, Antam sedang melakukan penjajakan ke beberapa pasar di Asia dan Afrika. Sementara untuk pasar dalam negeri perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pos Indonesia untuk memanfaatkan 109 Kantor Pos di Jawa, Bali, Madura, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sebagai mitra penyedia fasilitas penjualan, pembayaran dan distribusi produk logam mulia.

Ia menambahkan untuk mendukung peningkatan cadangan dan sumber daya emas, perseroan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk bekerja sama dalam kegiatan penyelidikan dan pengembangan teknologi eksplorasi di bidang geologi khususnya terkait sumber daya mineral logam khususnya emas.

Selain itu, tambah Tedy, Antam juga telah memasuki sebuah aliansi strategis dengan Newcrest Mining Limited untuk melakukan eksplorasi emas dan deposit tembaga di beberapa wilayah di Indonesia yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, Halmahera dan Kepulauan Maluku.

sumber: antara