Selasa, 31 Januari 2017 23:35 WIB

Pengembang Kembali Gelar Sosialisasi Reklamasi Pulau G

Reporter : Ryan Suryadi Editor : Yusuf Ibrahim
Sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan pembangunan reklamasi Pulau G. (foto Ryan Suryadi/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Pengembang PT Muara Wisesa Samudra menggelar sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan pembangunan reklamasi Pulau G di hadapan warga Muara Angke. 

"Reklamasi dilakukan untuk kemaslahatan masyarakat, itu adalah komitmen Agung Podomoro," ujar Direktur Utama PT Muara Wisesa Samudra, Noer Indradjaja, saat membuka sosialisasi di Kantor Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (31/01/2017).

Noer mengatakan, dua tahun lalu sudah menggelar sosialisasi kepada warga setempat. Namun Kementerian Lingkungan Hidup meminta agar pengembang memperbaiki amdal. "Ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki ulang dan disosialisasikan ke warga," ujar Noer.

Noer menyebut, saat ini pembangunan reklamasi dihentikan sementara karena adanya kontroversi di masyarakat.

Namun dia memastikan, perusahaannya tetap peduli dengan masyarakat. PT Muara Wisesa rutin memberi bantuan sosial berupa CSR ke warga Muara Angke. "Seperti membelikan sebuah mobil ambulans," ucap Noer.

Noer juga mengklaim telah memberi bantuan untuk perbaikan musala dan beasiswa bagi siswa berprestasi di Muara Angke. 

"Bahkan ada warga nelayan yang sudah masuk Universitas Agung Podomoro, walaupun pembangunan reklamasi belum berjalan," tutur Noer.

Sedangkan Perwakilan dari PT Muara Wisesa, Andreas, mengklaim reklamasi Pulau G telah menaati semua peraturan pemerintah dan telah memiliki kelengkapan izin. 

"Reklamasi dibangun seluas 161 hektare, ini termasuk pulau yang nggak terlalu besar dibanding yang lain," kata Andreas.

Anreas menegaskan, pulau seluas itu milik Pemerintah DKI Jakarta. Sedangkan pengembang hanya menyewa lahan atau hak pakai selama 25 tahun. Nantinya, Andreas menambahkan, 70 hektare lahan akan dibangun hunian, apartemen, perkantoran, dan perdagangan.

"Selebihnya akan digunakan ruang terbuka hijau, ruang terbuka biru, sekolah, rumah sakit, dan lainnya,” tegas Andeas. 

Andreas menegaskan proses pembangunan akan menggunakan sistem ramah lingkungan, termasuk pengurukan menggunakan pasir yang menggunakan kapal kecil.(exe/ist)