Jumat, 03 Maret 2017 19:31 WIB
Putra daerah Amungme, Odizeus Beanal (dok/bili)
JAKARTA,Tigapilarnews.com - Putra daerah Amungme, Odizeus Beanal mengaku geram dengan ulah PT Freeport yang telah merusak aset leluhur selama 50 tahun.
Bahkan lebih jauh, Odizeus mengatakan ulah PT Freeport telah menghancurkan harga diri suku asli Papua tersebut.
“Ini soal harga diri kami, perasaan sosial akan filosofi adat budaya leluhur Amungme harus dikembalikan."jangan lubangi 'mama' (tanah) kami" geram Odizeus di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Odizeus menambahkan saat ini permasalahaan pembagian saham bukanlah terpenting, melainkan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan harusnya diperhatikan pemerintah.
“Kami tidak meributkan soal siapa yang menjadi pemilik saham. Tetapi, kehancuran lingkungan dan tatanan simbol budaya yang rusak harus dipulihkan demi sebuah martabat yang adil,” tambahnya.
Untuk itu dirinya berharap ke depan dalam penyelesaian urusan dengan PT Freeport, Pemerintah diminta melibatkan suku Amungme sebagai penduduk asli yang sudah berdiam sejak April 1976.