Sabtu, 11 Maret 2017 10:37 WIB

38 Orang Tewas di Madagaskar Akibat Topan Enawo

Editor : Rajaman
Ilustrasi Badai Topan (ist)

ANTANANARIVO, Tigapilarnews.com - Topan Enawo menerjang wilayah Madagaskar hingga menewaskan 38 orang. Sekitar 153 ribu orang lainnya kehilangan tempat tinggal akibat topan ini.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (11/3/2017), badan penanggulangan bencana nasional Madagaskar, BNGRC, menyebut lebih dari 32 ribu orang terkena dampak topan ini, hanya untuk wilayah ibu kota Antananarivo saja. Wilayah lain juga terkena dampak cukup parah. 

"Dampaknya cukup hebat di lokasi mana saja topan itu menerjang," tutur Sekretaris Eksekutif BNGRC, Thierry Venty, dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Venty menyebut 38 korban tewas berasal dari berbagai wilayah Madagaskar. Salah satunya satu keluarga yang tewas akibat tanah longsor yang dipicu topan ini. Venty memperkirakan, sedikitnya 153 ribu warga harus mengungsi akibat bencana alam ini.

Topan Enawo menerjang wilayah timur Madagaskar sejak Selasa (7/3) lalu, dengan membawa hujan deras dan angin kencang. Topan ini membuat sungai-sungai setempat nyaris meluap dan dikhawatirkan memicu banjir.

Saat ini, topan ini diprediksi mulai melemah dan terus bergerak ke arah selatan, menjauh dari Madagaskar, yang berjarak 400 kilometer dari pantai Afrika. 

Berbagai video yang diunggah ke media sosial menunjukkan pepohonan yang tumbang akibat topan ini dan jalanan yang digenangi air. Atap-atap rumah dari seng terlepas saat topan melanda. 

Palang Merah setempat menyebut topan Enawo ini sebagai topan yang paling dahsyat yang menerjang Madagaskar sejak tahun 2012. Tercatat pada tahun 2012 lalu, badai tropis Irina dan topan tropis Giovanna menerjang Madagaskar hingga menewaskan lebih dari 100 nyawa. 

Palang Merah memperkirakan sekitar 700 ribu orang terkena dampak topan ini. Mereka pun mengerahkan 500 relawan untuk membantu warga yang terkena dampak topan ini. 


0 Komentar