Rabu, 29 Maret 2017 12:35 WIB

Polda Maluku Utara Antisipasi Teroris di Pulau Halmahera

Editor : Sandi T
Ilustrasi. (ist)

TERNATE, Tigapilarnews.com - Polda Maluku Utara mengerahkan personilnya di jajaran Polres untuk mengantisipasi adanya jaringan teroris di daratan Pulau Halmahera.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Hendri Badar mengatakan, Polisi bersama TNI intensif melakukan patroli di berbagai titik guna mendeteksi kemungkinan adanya teroris di Halmahera.

Selain itu, intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna mengantisipasi adanya teroris yang menjadikan Pulau Halmahera sebagai basisnya.

Bahkan, dengan maraknya isu teroris yang akan menjadikan pusat latihan di Halmahera mendapat respon dari sejumlah Kapolres di Pulau Halmahera.

Kapolres Halmahera Timur, AKBP Driyano Andri Ibrahim menyatakan, teroris dan radikalisme merupakan musuh negara.

Karena itu, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi intelijen melalui kegiatan deteksi dini, sehingga dilakukan penggalangan tokoh-tokoh masyarakat dan penguatan anggota Babinkamtibnas yang ditempatkan di seluruh desa di Halmahera Timur.

"Kami selalu memberikan edukuasi kepada masyarakat tentang bahaya faham radikalisme," kata Kapolres di Ternate, Rabu (29/3/2017).

Oleh karena itu, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat Halmahera Timur untuk bisa melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengetahui ada hal yang mencurikan dalam masyarakat.

Apalagi, jika diketahui ada masyarakat yang sudah ikut-ikutan faham radikal tersebut di wilayah Halmahera Timur.

Kapolres menyatakan, radikalisme maupun teroris merupakan paham yang bertentangan dengan ideologi Negara serta menggangu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Langkah pencegahan lain yang dilakukan yakni kegiatan operasi khusus maupun rutin yang ditingkatkan di lokasi dianggap rawan gangguan Kamtibmas serta kegiatan sosialisasi yang melibatkan seluruh komponen bangsa agar Halmahera Timur tetap aman dan kondusif," katanya.

Dia menambahkan, kegiatan itu merupakan impelentasi program prioritas Polri yakni penanganan kelompok radikal prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal.

sumber: antara


0 Komentar