Sabtu, 22 April 2017 08:21 WIB

Trump Tuding Iran Langgar Kesepakatan

Editor : Yusuf Ibrahim
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menuding Iran tidak menjaga semangat kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada 2015 lalu.

Trump melemparkan tudingan tersebut sebuah konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Italia, Paolo Gentiloni.

"Mereka (pemerintah Iran) melakukan tindakan yang sangat merugikan terhadap sebuah kesepakatan yang ditandatangani, ini adalah kesepakatan yang mengerikan, seharusnya tidak ditandatangani," kata Trump seperti dikutip dari laman Xinhua, Jumat (21/4/2017).

Ketika ditanya oleh seorang reporter apakah Gedung Putih memiliki alasan untuk mencurigai bahwa Iran telah melanggar kesepakatan nuklir tersebut, Trump tampaknya mengabaikan pertanyaan itu, dengan hanya menjawab bahwa pemerintahannya sedang menganalisis kesepakatan nuklir 2015.

"Kita harus mengatakan sesuatu tentang hal itu di masa depan yang tidak terlalu jauh," kata Trump tanpa memberikan penjelasan lebih jauh.

Dalam sebuah surat kepada Ketua DPR Paul Ryan pada hari Selasa, Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson telah mendapatkan sertifikasi jika Iran akan mematuhi komitmennya beradasarkan kesepakatan nuklir 2015.

Ini adalah sertifikasi pertama dari kepatuhan Iran yang dikeluarkan oleh pemerintah Trump. Seperti pendahulunya mantan Sekretaris Negara AS, John Kerry, Tillerson diharuskan untuk mengirim sertifikasi setiap 90 hari.

Namun, Tillerson memberi tahu Kongres bahwa pemerintah Trump telah mengarahkan peninjauan penuh terkait kesepakatan nuklir 2015. peninjauan itu untuk mengevaluasi apakah sanksi lanjutan tersebut dilakukan atas kepentingan keamanan nasional AS.

Selama kampanyenya, Trump berulang kali mengkritik kesepakatan nuklir Iran, menyebutnya "kesepakatan terburuk yang pernah dinegosiasikan." Dia juga menyatakan akan memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan atau mengambil risiko kesepakatan tersebut dibatalkan.(exe/ist)


0 Komentar