Senin, 29 Mei 2017 11:24 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Keamanan Perbatasan dengan Filipina

Editor : Rajaman
Andreas Hugo Pareira (ist)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Anggota Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira meminta pemerintah memperkuat keamanan wilayah perbatasan dengan negara Filipina. Alasanya, agar gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) saat ini ada di daerah Filipina Selatan tidak memasuki wilayah Indonesia.

"Oleh karena itu dalam hal ini pemerintah untuk membendung gerakan yang memungkinkan menguatnya kelompok ISIS ini. Wilayah perbatasan hanya fisik. Disamping memperkuat wilayah perbatasan," ujar Andreas di gedung DPR, Senin (29/5/2017).

Politikus PDI Perjuangan (PDI P) itu melanjutkan, pemerintah juga harus membangun komunikasi dan bertukar informasi guna mencegah masuknya gerakan ISIS. Sebab, ada 11 orang WNI diduga terlibat ISIS dalam konflik di Marawi, Mindanao, Filipina.

"Selama ini kami melihat baru sebatas komitmen antar pemerintah. Sementara kita perlu mempunyai tindakan-tindakan  memungkinkan suatu gerakan bersama. Kita masih terbatas pada kesepakatan antar wilayah masing-masing. Perlu ada kerja sama lebih intens untuk memberantas gerakan radikal," ungkapnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan, guna mencegah masuknya kelompok ISIS, kepolisan dan TNI melakukan patroli yang diduga jalur masuknya kelompok radikal itu ke Indonesia.

"Jadi TNI melakukan patroli dari Maluku Utara sampai ke Sulawesi. Itu patroli laut. Kemudian di daratnya bersama-sama kepolisian patroli sepanjang pantai, supaya tidak ada penyusupan," kata Gatot usai menghadiri buka puasa di kantor DPP Partai NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/5/2017).

Diketahui Filipina Selatan tengah diincar ISIS untuk membuat markas kawasan di Asia Tenggara.


0 Komentar