Rabu, 28 Juni 2017 16:27 WIB

Pelajar SVP Tekad Pamerkan Tarian Bali di Vietnam

Editor : Yusuf Ibrahim
Marvella Mutiara. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pelajar putri kelas 7 asal Sekolah Victory Plus (SVP), Kemang Pratama, Kota Bekasi, Marvella Mutiara, berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam debat bahasa Inggris.

Usai mengikuti babak penyisihan di Jakarta Round akhir bulan lalu, Vea- panggilan Marvella Mutiara- akan mengikuti World Scholar Cup (WSC) 2017 tingkat Asia yang akan berlangsung di National Convention Centre Hanoi, Vietnam, 25-30 Juni.

Selain di Hanoi, ajang tersebut juga akan berlangsung di Durban Round di Ridge Park College, Cape Town Afrika, 8-9 Juli dan Limpopo Round, Afrika Selatan, di Mitchell House, 10-11 Juli dan Megaron Athens International Conference Centre, Athena, Yunani, 18-23 Juli.

Jika lolos di Hanoi, maka berlanjut di WSC tingkat dunia di Tournament of Champions di Yale University, AS, 10-13 November 2017 mendatang

WSC 2017 di Hanoi akan diikuti lebih dari 3000 peserta dari 50 negara di Asia. Untuk tahun 2017 ini, digelar mulai 26 Juni-1 Juli di National Convention Centre, Hanoi, Vietnam. WSC juga ada tingkat junior grade 7-9 dan senior grade 10-12

Selain Vea, SVP juga menyertakan 21 siswa lainnya, yang senior ikut grade 10-12 ada 11 dan yunior grade 7-9 ada 10 siswa. Ke-21 siswa ini akan didampingi guru pendamping, yakni Fenty, Neni dan Hendriadi.

“Saya doakan Vea dan teman-temannya meraih sukses. Saya juga dorong Vea untuk terus meningkatkan persiapannya termasuk tentang masalah-masalah yang aktual,” ujar Alexandra Aprilina, ibunda Vea

Alexandra menambahkan, Dalam World Scholars Cup ini nanti terdapat empat kriteria lomba. Selain debat dalam Bahasa Inggris per team/grup, juga ada writing collaboration, scholar’s bowl danscholar’s challenge.

Bahkan ada kesempatan unik yang dinamakan talent show. Sehingga, para peserta dapat menujukkan keahlian dan bakatnya

“Talent Show semua bebas saja mendaftar meski dipilih karena waktunya juga terbatas. Tapi memang diharapkan menampilkan ciri khas dan budaya dari negaranya. Vea terpilih untuk menunjukkan keahliannya dalam menari. Ia akan menarikan tari tradisional Bali Kebyar Duduk untuk memamerkan Wonderful Indonesia,” jelasnya.

Vea sendiri, imbuh Alexandra, kini sudah menguasai delapan tarian Bali. Sehingga, ia yakin Vea mampu tampil membanggakan negaranya. “Rencananya, saya akan ikut mendampingi karena pernak-pernik, dandan dan persiapan untuk tarian Bali sangat banyak dan bervariasi," tuturnya.

Lebih jauh dipaparkan Alexandra, Tari Kebyar Duduk merupakan bentuk tari tunggal yang berasal dari Bali. Tari Kebyar Duduk mempunyai keunikan dalam gerak, iringan, dan busana tarinya.

Gerak tari yang dilakukan dengan posisi sulit, yaitu setengah jongkok terlihat unik ketika penari dapat bergerak melangkah atau berpindah tempat dengan cepat. Penari menggerakkan kipas dengan lincah sambil melirik dan tersenyum menawan.

Sementara itu, Vea mengaku tidak menyangka mendapatkan kesempatan menari dihadapan 3000 peserta WSC 2017 di Hanoi nanti

"Sangat luar biasa. Ini keikutsertaan saya pertama kali di WSC. Targetnya, mencari pengalaman dan bangga bisa tampil di talent show untuk menunjukkan indahnya Indonesia lewat tarian,” tutup Vea.(exe/ist)


0 Komentar