Selasa, 18 Juli 2017 12:33 WIB

Sesmenpora Buka Senior Official Meeting Menteri Pemuda ASEAN

Reporter : RB Siregar Editor : RB Siregar
Sesmenpora Gatot S Dewabroto berbincang dengan peserta pertemuan pejabat Senior ASEAN.(ian)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewabroto membuka pertemuan pejabat Senior ASEAN (Senior Official Meeting on Youth) yang merupakan pertemuan pendahuluan The Tenth ASEAN Ministerial Meeting on Youth (10th AMMY) dan The Sixth ASEAN Plus Theree  Ministerial Meeting on Youth (6th AMMY +3).

"Tadi pertemuan protokeler saja, Pertemuan ini sangat penting dan strategis sekali bagi Indonesia yang membahas isu mengenai kepemudaan di kawasan ASEAN," ujar Gatot disela-sela acara AMMY dan AMMY +3 di Hotel Sultan Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Gatot menjelaskan selain membahas isu kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai stakholder olahraga di Indonesia juga mensosialisasikan persiapan Indoneesia sebagai tuan rumah ajang  olahraga multi event ASIAN Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada tahun depan.

"Ya, kami juga menyampaikan perihal kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. Kami gelorakan dalam pertemuan ini," ujar mantan juru bicara Kemenpora itu menjelaskan.

Mantan Deputi bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora itu menambahkan sebagai tuan rumah ASIAN Games, Indonesia membutuhkan dukungan dan peran sekitara 30 ribu voluteer (relawaan) yang semuanya adalah pemuda untuk mensukseskan event olahraga paling bergengsi setelah olimpiade itu.

"Kami berharap seluruh negara peserta bisa tahu potensi besar yang dimiliki pemuda Indonesia. Terutama dalam hal kualitas, kedisiplinan, hingga karakter pemuda Indonesia, yang bisa bersaing di tingkat internasional. Pemuda Indonesia akan menjadi ujung tombak dalam menampilkan citra Indonesia," jelas Gatot.

Gatot juga menggaris bawahi saat ini di semua negara ASEAN mendapat bonus demografi dengan membludaknya jumlah pemuda yang begitu luar biasa. Dan pemuda Indonesia bisa dianggap punya kualitas termasuk dalam bidang kewirausahaan dan juga menangkal berkembangnya faham radikalisme. "Tema besanya adalah menangkal radikalisme, hingga memperkuat ASEAN solidarity," demikian Gatot.

Pada kesempatan sebelumnya, Pelaksana tugas Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal kepada wartawan menjelaskan pertemuan dua tahunan yang berlangsung pada 18 hingga 20 Juli 2017 akan diikuti oleh menteri yang menangani kepemudaan untuk memberikan ruang lebih luas kepada kaum muda berkontribusi mewujudkan Community ASEAN (Komunitas ASEAN) dan memposisikan pemuda sebagai pemimpin masa depan.

“Tema yang diusung Indonesia pada AMMY kali ini adalah Proliferating Youth Entrepreneurship In ASEAN Community (Menumbuhkembangkan Kewirausahaan Pemuda dalam Komunitas ASEAN), tema ini diangkat karena Indonesia mengingat masalah krusial saat ini adalah pengangguran pemuda dan minimnya daya saing pemuda dalam kompetisi global," ujar Jonni yang didampngi Sekretaris Deputi Pemberdayaan Pemuda Imam Gunawan awal Juli lalu.

AMMY adalah pertemuan tingkat menteri bidang kepemudaan negara ASEAN yang terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Thailand, dan Vietnam yang merupakan implementasi kesepakatan 12th ASEAN Summit"s  Cebu Declarations Toward One Caring and Sharing Community Tahun 1992. 

Selain itu, AMMY juga diikuti oleh para Menteri Pemuda dari negara mitra ASEAN yakni Jepang, Korea Selatan dan China atau AMMY +3.

Puncak dari pertemuan AMMY dan AMMY +3 adalah gala dinner para menteri pemuda ASEAN dan negara mitra ASEAN yang berlangsung pada, Jumat, 20 Juli 2017 dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan menjadi tuan rumah pertemuan.


0 Komentar