Selasa, 25 Juli 2017 22:33 WIB

Produk Olahraga Indonesia Diharapkan Jadi Tuan Rumah dan Unggulan

Editor : Eggi Paksha
Asdep Industri dan Promosi Olahraga, Suryati (tengah berkerudung). (foto Esa/Tigapilarnews.com)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Pelatihan membuat bola sepak (sepak bola) mengawali Pendidikan dan Pelatihan SDM Tenaga Teknis Produk Barang Industri Olahraga 2017 yang digelar Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di The Rizen Hotel, Cisarua, Jawa Barat, Selasa (25/07/2017) siang.

Kesempatan tersebut diikuti puluhan peserta asal Kota Bogor dan sekitarnya, kemudian Bahari E. Siregar, Marketing Manager PT. Pembina Hyose Industry, produsen bola dengan merk Pespex sekaligus sebagai instruktur pelatih, Asdep Industri dan Promosi Olahraga, Suryati, serta Kabid Promosi dan Pemasaran Olahraga, Akhyar Matra.

"Kita prioritaskan bola karena sejalan dengan prorgam pemerintah, instruksi dari Pak Jokowi (Joko Widodo),  supaya bisa membangunan percepatan sepak bola," ujar Suryati.

Diterangkannya lagi, ada empat progam percepatan yang harus dilakukan kementerian yang kini dipimpin Imam Nahrawi tersebut.

Pertama, dijabarkannya, pembangunan sepak bola di usia dini. Kedua, penggunaan tata kelola dan manajemen sepak bola. Lalu ketiga, yakni pembenahan klub sepak bola dan terakhir adalah pembangunan insfrastruktur. Jika empat hal tersebut sudah berjalan baik, dipaparkan Suryati lagi, kebutuhan untuk peralatan sepak bola, dalam hal ini bola, dipastikan sangat tinggi.

"Indonesia ini masyarakatnya sangat banyak. Potensi untuk mendemamkan sepak bola sangt luar bisa. Kita berharap produksi-produksi bola dari adik-adik ini nantinya bisa digunakan. Mereka bisa jadi wirausaha muda. Karena itu kami berharap kerja sama ini berjalan sangat baik dan bersinergis," tuturnya.

Dilanjutkannya lagi, ingin terus ada pembinaan dari pihak swasta dan pemerintah daerah. "Sehingga tidak mesti modalnya dari pemerintah saja. Misalnya dengan menggandeng perusahaan-perusahaan, hotel-hotel, restoran di sekitar Bogor ini untuk menjadi bapak asuh, juga bisa dilakukan," ujarnya.

"Dari peserta Diklat ini diharapkan muncul kelompok-kelompok usaha. Kalau untuk melakukan sendiri-sendiri, juga berat. Sebab butuh modal usaha. Bukan tidak mungkin ada modal dari pemerintah, misalnya Kementerian UKM (Kemenkop dan UKM) atau Kemenpora," tukasnya.

Karena itu, diharapkannya, produk-produk olahraga Indonesia bisa jadi tuan rumah serta unggulan dan emiliki standar mutu dunia.. Pasalnya, potensi di Indonesia mampu bersaing dan juga bagus-bagus.

"Jadi jangan selalu brand luar negeri terus. Bulan depan, ini dilanjutkan lagi pelatihan produk panahan di Jawa Tengah, sepak takraw di Pekanbaru, lalu shuttlecock di Yogyakarta. Itu yang akan menjadi target kami selanjutnya," pungkasnya.(exe)


0 Komentar