Sabtu, 05 Agustus 2017 12:34 WIB

Perbanyak Even Pariwisata, FGD di Mataram Hasilkan 12 Rekomendasi

Editor : Eggi Paksha
Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Kamis (03/08/2017). (foto istimewa)
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Kamis (03/08/2017), berakhir dengan menghasilkan sejumlah rekomendasi.
 
Diskusi yang membahas Pengembangan Strategi Pemasaran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang masuk dalam 10 Destinasi Prioritas ini  menghadirkan tiga narasumber, dua dari pihak Kemenpar, yaitu Sutarjo dan Taufan Rahmadi, sedangkan Akademisi dan praktisi diwakili Hernowo Muliawan
 
“Semua stakeholder harus benar benar fokus pada perbaikan 10 (sepuluh) destinasi prioritas pariwisata, dalam hal ini KEK Mandalika,” kata Sutarjo, Plt Asdep Analisa Data Pasar Pariwisata Nusantara Kemenpar dalam paparannya tentang Arah Kebijakan Pemasaran Pariwisata Nusantara.
 
Sutarjo juga menyampaikan perlu pengembangan 3A (akses, atraksi dan amenitas) yang harus berjalan dengan menggunakan pendekatan DOT ((Destination, Original, dan Time) dan strategi  promosi dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), dan media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama.
 
“Jadi seluruh unsur pentahelix ABCGM harus digandeng, terutama yang terlibat instansi/lembaga, pelaku industri/bisnis, asosiasi, akademisi, komunitas, serta media yang terlibat dalam bidang pemasaran pariwisata,”paparnya
 
Sementara itu, T.Rachmadi memaparkan segala hal yang langsung berhubungan dengan pengembangan KEK Mandalika, baik itu problem yang timbul dan bagaimana solusinya. Pertanyaan kritis dari peserta FGD tentang permasalahan di Mandalika dijawab dengan tuntas.
 
Diantaranya masalah sengketa lahan yang telah tuntas, progress pembangunan Hotel Pullman, dan keseriusan World Bank untuk membantu KEK Mandalika
 
“KEK Mandalika sudah menjadi isu internasional. Jadi dia berharap semua stakeholder harus benar benar memahami bahwa bila proyek Mandalika tidak berjalan sesuai harapan, maka akan mempertaruhkan citra pariwisata Indonesia. Jadi semua harus serius dan bersinergi,” tegas pria yang menjabat sebagai PIC Tim Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Mandalika itu.
 
Selain itu juga masalah aksebilitas juga dibahas, baik udara, laut dan darat. Untuk Aksebilitas udara, akan ada penambahan kapasitas 4 parking Stand/8 garbarata di Apron Bandara Lombok dan untuk aksebilitas laut juga telah dilakukan pengerukan alur pelayaran Labuan Lombok.
 
Sedangkan aksebilitas darat, akan dibuatkan jalan tembus dari Gilimas ke Mandalika, ini akan mempercepat waktu tempuh penumpang Kapal Cruises yang selama ini harus memutar,” tambahnya.
 
Juga dua hal yang menjadi pertanyaan paling kritis  tentang sanitasi (toilet) dan pedagang kecil asongan juga dikupas habis. Masalah sanitasi, Kadis Pariwisata siap membantu memberdayakan budaya toilet yang bersih, jadi Quick win nya ada di Kadis pariwisata Lombok Tengah.
 
Sedangkan masalah asongan menjadi persoalan utama karena selama ini banyak komplain dan membuat wisatawan merasa nggak nyaman.
 
”Saat datang ke kawasan Mandalika, wisatawan dikerubuti pedagang asongan agar membeli dagangannya. Ini ngga  nyaman banget buat para wisatawan, mereka komplain. Solusinya, kita bentuk asosiasi pedagang asongan Mandalika. Pedagang asongan ini dibuatkan ID Card dan rompinya dan dipunggungnya ada no telpon untuk menerima keluhan. Bila ada komplain, ketua akan datang bersama satgas yang telah dibentuk,” jelasnya.
 
Juga pedagang asongan ini akan dibuat per zona “Dari desa A tidak boleh masuk ke desa B, jadi hanya berjualan di zona yang telah ditentukan, warna rompi per desa juga tidak sama, kita pakai warna berbeda yang ada di logo Wonderful Indonesia,” ujarnya.
 
Sedangkan untuk pengembangan Masjid Raya Mandalika sudah hampir tuntas. “Insya Alah,  tanggal 27 Agustus mendatang akan diresmikan oleh Presiden Joko,” terang dia.
 
Mendapatkan jawaban yang tegas, lugas dan cadas ini, HL Putria, Kadis Lombok Tengah sampai berucap.
 
“Ananda Taufan ini memang “Topan”nya Lombok, topan yang biasanya menghancurkan ratusan rumah dan bangunan. Ini Topan malah membantu membangun kawasan Mandalika sebagai destinasi wisata kelas dunia,” kata HL Putria tanpa basa basi.
 
Sedangkan Hernowo Muliawan dalam sesi terakhir  mengambil tema Pengembangan Strategi Pemasaran Pariwisata 10 (sepuluh) Destinasi Prioritas.
 
Usai paparan ketiga narasumber dan tanya jawab, saat menutup acara, Sutarjo menyampaikan 12 rekomendasi yang didapat dari hasil diskusi ini.(12 rekomendasi lihat grafis).
 
“Hasil rekomendasi FGD ini akan dijadikan referensi dalam menyusun  strategi yang tepat dalam melakukan pemasaran wisata bahari di salah satu destinasi wisata 10 Bali Baru, khususnya Mandalika. Kita akan bawa dalam rapat pengembangan 10 Destinasi Prioritas dengan yang kawasan yang lain,” tutupnya.
 
FGD diikuti 60 peserta unsur pentahelix yang terlibat, di antaranya perwakilan dari Dinas Pariwsata Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara.
 
BAPPEDA Provinsi NTB, BPS Provinsi, Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, Touris Information Centre, Kepolisian, Pelaku Industri Pariwisata, Asosiasi (PHRI, ASITA, INCCA, Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia, HPI NTB), Akademisi, komunitas (GENPI dll) serta media yang terlibat dalam bidang pemasaran pariwisata.(exe/ist)
 
 
Berikut 12 rekomendasi Hasil FGD Mataram
 
Beberapa prestasi atau keberhasilan agar terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat karena ini merupakan kebanggaan masyarakatBeberapa persoalan atau masalah agar dapat teridentifikasi dengan baik dan mengedepankan solusinyasemua lapisan masyarakat dilibatkan dalam proses-proses pengembangan pariwisata
 
Agar masyarakat ikut memiliki kebersihan menjadi hal penting agar menambah value Pariwisata NTB
 
Tumbuhkan semangat optimisme guna mewujudkan mimpi menjadi kenyataanmengembangkan pariwisata agar memperhatikan unsur unsur pentahelix (Magic) dan bersinergi lintas sektoral
 
Pariwisata Lombok tumbuh dan berkembang positif hal ini terlihat dari meningkatnya investasi, kunjungan wisatawan, lama menginap di hotel berbintang, penyerapan tenaga kerja, transportasi dan rumah makan
 
Pariwisata Lombok perlu terus dipromosikan melalui penggalian potensi dan keunikan daya tarik wisata sebagai positioning yang kuat dan memiliki diferensiasi yang kuat
 
Perlu meningkatkan aksebilitas dengan berupaya menambah direct flight dari pasar pasar potensial seperti Singapura, Perth dan lain lain
 
Dalam mempromosikan pariwisata agar disasar secara tepat sesuai segmen pasar yang menyukai potensi wisata yang dimiliki Lombok, misalnya wisatawan yang berkebutuhan khusus (sebagai contoh : syariah) , seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat
 
Bentuk Upaya sungguh sungguh untuk meningkatkan kesiapan destinasi, seperti kebersihan, SDM yang potensial, tempat sampah, toilet bersih, keamanan dan kenyamanan
 
Melakukan Brand Campaign Pesona Lombok Sumbawa dan Friendly Lombok secara konsisten, mengintensifkan advertising di media serta memperbanyak event even pariwisata berupa Festival, MICE, pameran Travel Fair sebagai trigger penggerak industri pariwisata (hotel, restoran, travel agen dan  tour operator)

0 Komentar