Jumat, 27 Oktober 2017 11:20 WIB

Generasi Muda Diminta Aktif Cegah Konten Radikalisme

Editor : Yusuf Ibrahim
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Generasi muda hendaknya turut aktif membersihkan dunia maya dari radikalisme dan terorisme karena merekalah sejatinya yang menjadi sasaran propaganda kelompok radikal, kata pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Ini penting karena sasaran radikalisme dan terorisme adalah anak muda sehingga yang bisa melawan pun juga harus anak muda, baik melalui tulisan, video, meme, dan lain-lain," kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Saat menutup pelatihan duta damai dunia maya wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Kamis, Abdul Rahman mengatakan dunia maya menjadi faktor penting penyebaran terorisme di tengah era komunikasi yang semakin canggih.

"Kita semua tahu permasalahan di dunia maya, juga bagaimana gencarnya dunia maya mempengaruhi generasi muda sampai generasi tua sehingga hal-hal yang seharusnya tidak terjadi malah terjadi," katanya.

Karena itu, kata Abdul Rahman, Duta Damai Dunia Maya 2017 harus bisa bersinergi dengan duta-duta damai sebelumnya dalam menggaungkan perdamaian di dunia maya. 

Selain itu, generasi muda di berbagai wilayah diharapkan mengambil peran bersama BNPT untuk melakukan pencegahan agar masyarakat tidak terpapar radikalisme.

Sebanyak 60 anak muda NTB resmi dikukuhkan sebagai duta damai dunia maya yang akan bersinergi dengan Pusat Media Damai (PMD) BNPT untuk menyebarkan perdamaian di dunia maya. 

Abdul Rahman berharap setelah resmi menjadi duta damai dunia maya, ke-60 anak muda NTB akan menghasilkan produk-produk konkret dalam pencegahan terorisme, baik di dunia maya dan dunia nyata.

Mereka juga otomatis tergabung dengan ratusan duta damai dunia maya yang telah ada sebelumnya.

"Saya berharap komitmen dan kreativitas para duta damai tidak berhenti sampai di sini, tapi harus terus ditingkatkan dengan menjalin komunikasi secara berkesinambungan dalam melawan radikalisme dan terorisme di dunia maya. Ini penting untuk membawa Indonesia yang damai dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Abdul Rahman.

Pelatihan duta damai dunia maya di NTB juga menghasilkan lima website damai, yakni www.mandalika.dutadamai.id,www.beruga.dutadamai.id, www.mayung.dutadamai.id, www.sasambo.dutadamai.id, www.pepadu.dutadamai.id. Nama-nama website merupakan nama-nama dari kearifan lokal khas NTB.(ant)


0 Komentar