Kamis, 19 April 2018 13:03 WIB

Resmikan Bioskop Pertama, Saudi Tayangkan Black Panther

Editor : Yusuf Ibrahim
Film Black Panther. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Arab Saudi meresmikan bioskop pertama di negeri itu dengan menayangkan film Black Panther Rabu (18/04/2018) malam waktu setempat. 

Penayangan yang diselenggarakan dengan gala undangan terbatas tersebut merupakan uji coba sebelum publik menikmati sajian layar lebar.

Sebelumnya Arab Saudi telah mencabut pelarangan beroperasinya bioskop di negara tersebut pada tahun lalu. 

Menyambut keputusan ini, bioskop AMC dari Amerika Serikat menjadi jaringan pertama yang bersedia mengoperasikan bioskop di negara kerajaan itu.

Pemerintah telah mengantisipasi penolakan usai pernyataan di awal April menyatakan bahwa bioskop pertama akan dibuka mulai 18 April. Namun sejauh ini, belum ada aksi yang mengancam pembukaan bioskop tersebut.

Chief Executive AMC Adam Aron mengatakan penjualan tiket secara komersil bakal dibuka mulai Kamis (19/04) untuk penayangan perdana publik pada Jumat (20/4).

Namun pihak berwenang sempat menyatakan pemeriksaan akan dapat berlangsung selama beberapa hari sebelum sistem penjualan tiket secara daring dapat dilakukan.

Pemerintah setempat sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa bioskop akan dibuka untuk umum pada Mei.

"Ini hari yang bersejarah bagi AMC. Ini sejarah bagi negara ini," kata Aron dalam pembukaan gala penayangan Black Panther di depan undangan dari pemerintah dan industri perfilman.

"Selamat datang di era ketika film dapat tayang di Arab Saudi, bukan di Bahrain, bukan di Dubai, bukan di London, namun di dalam kerajaan," lanjutnya.

Pelarangan bioskop di Arab Saudi bermula pada dekade 1980-an. Kala itu, kelompok agama garis keras menyebut bahwa bioskop sebagai media vulgar dan berdosa. 

Sedangkan gerakan aktifnya kembali bioskop di era modern dimunculkan oleh Pangeran Mohammed bin Salman. Ia menilai kebijakan ini dapat menyeimbangkan ekonomi Arab Saudi di tengah tren penurunan harga minyak. 

Film Black Panther menjadi film pertama yang ditayangkan di Arab Saudi dinilai memiliki korelasi paralel dengan yang terjadi dengan negara itu.

"Film ini adalah sebuah kisah tentang seroang pemuda dari kerajaan yang mengubah sebuah bangsa. Ini mungkin terdengar akrab di telinga Anda semua," canda Aron.

Arab Saudi telah lama dilirik pasar internasional sebagai sebuah potensi di kawasan Timur Tengah untuk industri perfilman. Negara itu memiliki penduduk 30 juta jiwa, yang sebagian besar berusia di bawah 25 tahun.

AMC Entertainment telah menandatangani perjanjian tidak mengikat dengan Badan Investasi Dana Publik Arab Saudi pada Desember lalu untuk membangun dan mengoperasikan bioskop di seluruh penjuru negeri.

Media pemerintah menyatakan sebanyak 40 bioskop siap dibuka di 15 kota di seluruh penjuru Arab Saudi selama lima tahun ke depan.

Meski memiliki kesempatan membangun jaringan luas di seluruh daratan Arab Saudi, AMC bakal bersaing dengan jaringan bioskop asal Dubai, VOX Cinemas yang mendominasi di kawasan Timur Tengah.(exe/ist)


0 Komentar