Jumat, 20 April 2018 07:27 WIB

Prabowo Diharapkan Jadi King Maker

Editor : Rajaman
Prabowo Subianto. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com - Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali menyarankan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengurungkan niatnya untuk maju sebagai calon Presiden. Menurutnya, rakyat Indonesia butuh pemimpin baru.

"Wah kalau saya harapkan, Pak prabowo jadi 'king maker' deh pada saat ini, ketimbang dia maju (sebagai capres 2019)," kata Effendi, Jumat (20/4/2018).

Bukan tanpa sebab Effendi menginginkan Prabowo jadi 'king maker'. Menurut dia, tidak sedikit rakyat yang menginginkan hadirnya sosok yang menyegarkan dalam kontestasi Pilpres 2019.

"Karena menurut saya, sekarang ini, rasanya rakyat butuh calon alternatif," kata dia.

Hanya saja, Effendi tidak menyebut sosok yang tepat untuk diusung Prabowo jika berperan sebagai 'king maker'. Sosok itu bisa dicari seiring dengan mendekatnya pendaftaran capres-cawapres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Gampang lah itu dicari. Yang jelas king maker gitu," tandasnya. 

Siap Tempur

Sementara itu menanggapi usulan menjadi king maker di Pilpres 2019. Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, Prabowo Subianto siap maju menjadi Capres.

Ferry pun kembali menegaskan jika Prabowo tidak kekurangan logistik guna mengikuti kontestasi Pilpres 2019. Sebaliknya, Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah siap tempur dalam agenda politik lima tahunan itu.

“Gak bener kalau Pak Prabowo kekurangan logistik apalagi jadi king maker,” kata Ferry.

Ferry juga menegaskan, Prabowo dalam keadaan siap menghadapi pertempuran sengit pada Pilpres 2019 mendatang.

“Pak Prabowo segar, sehat, duit banyak, siap lahir batin. Koalisi juga cukup yakni Gerindra, PAN, PKS plus satu lagi tambahan partai nantinya,” ujarnya.

Dia juga menilai, kubu Jokowi saat ini elektabilitasnya mulai mengalami penurunan. Dan apabila itu terus terjadi maka ia berpendapat bukan hal yang tidak mungkin Jokowi akan ditinggalkan oleh partai –partai pendukungnya.

 “Kalau Pak Jokowi turun terus elektabilitasnya, nanti lama-lama tidak ada partai yang mau koalisi sama beliau, terus kemudian bisa susah,”pungkasnya


0 Komentar