Jumat, 04 Mei 2018 10:05 WIB

Sembako Maut, Potret kemiskinan dan Manipulasi Bantuan

Editor : Amri Syahputra
Pembagian sembako gratis

JAKARTA, Tigapilarnews.com Masih segar dalam ingatan masyarakat soal sembako maut diamana dua bocah pemegang kupon sembako berlogo "Forum Untuk Indonesia" (FUI) yang  berlambang Merpati Putih di pojok kanan atas, bernama Rizki Syahputra (10) dan Mahesa Junaidi (12) akhirnya tewas akibat antrian sembako di Monas Sabtu, 28 April 2018 lalu.

Sejak awal rencana panitia, sebagaimana jejak digital mengatakan, memang menyiapkan ratusan ribu kupon sembako gratis. Selain mengantongi ijin bagi-bagi sembako, panitia juga mengantongi ijin kegiatan rohani keagamaan tertentu.

Syahganda Nainggolan yang merupakan politikus PAN berpendapat dalam tahun politik ini, pengumpulan massa dalam skala ribuan dan ratusan ribu tidak bisa dikatagorikan bantuan sosial biasa. 

"Dalam kasus di Monas ini, terlebih lagi Dave Revano Santosa,  ketua acaranya, dari jejak digital adalah Jokowers berat".ujar Syahganda.

Ia juga menambahkan,"pengumpulan massa tentu saja sebuah "show of force". Ke arah mana massa ini mau di "front" kan? Ini pertanyaan yang tentunya kita bisa menduga meskipun tidak hadirnya Jokowi di acara tersebut. Karena tadi ketua panitia sekali lagi diketahui publik adalah Jokowers berat."

Menurut ia, mengeksploitasi kemiskinan manusia demi tujuan-tujuan politik dan agama adalah kejahatan kemanuasiaan. penyantunan atau bantuan sosial harus dilakukan dalam ruang permainan yang tidak menimbulkan ketegangan politik maupun SARA


0 Komentar