Rabu, 01 Agustus 2018 19:01 WIB

Amran Klaim Sukses Serang Balik Thailand

Editor : Yusuf Ibrahim
Panen bawang merah. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor bawang merah ke Thailand.

Brebes yang merupakan sentra bawang merah terbesar di Indonesia telah memberikan kontribusi 18,5% dari produksi nasional atau 57% dari produksi Jawa Tengah. 

Memasuki panen raya bulan Juni-Agustus Bawang merah yang dihasilkan petani di Kabupaten Brebes, tak hanya dapat memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Namun komoditas tersebut juga kembali berhasil mengekspor bawang merah ke Thailand, kali ini sebesar 5600 ton dari target 9000 ton untuk tahun ini.

“Hari ini kita membuktikan lagi kepada dunia,dulu kita impor bawang merah ke Thailand, sekarang kita balikan ekspor ke negara tersebut, ini adalah serangan balik, karena target ekspor naik 100%. Ini juga mencetak Dolar, seperti arahan khusus Presiden Jokowi,” ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melepas truk kontainer ekspor bawang merah, di Brebes, Rabu (01/08/2018).

Amran mengatakan bersama Dirut Bulog Budi Waseso, Kementan akan bekerja lebih cepat dan siap bekerjasama meningkatkan pertanian Indonesia serta dengan tegas menolak impor masuk ke Indonesia. “Selama Buwas menjadi dirut kita tidak sering rapat lagi tapi langsung kerja ke lapangan menyelesaikan masalah, lewat sms saja selesai persoalan kita,” ujar Amran.

Lebih lanjut Amran menegaskan ekspor bawang merah yang terus berlanjut ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, tapi juga mewujudkan kedaulatan bawang merah. Tercatat, sejak 2016 hingga saat ini, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor bawang merah, akan tetapi terus mencatatkan diri sebagai pengekspor bawang merah.

Ekspor bawang merah ke Thailand merupakan prestasi besar pembangunan pertanian di era pemerintahan Jokowi-JK. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2014 Indonesia masih mengimpor bawang merah sebesar 74.903 ton. Pada 2015 total impor sebesar 17.429 ton, tetapi pada 2016 tidak ada impor bawang merah, bahkan mampu mengekspor 735 ton serta pada tahun 2017 Indonesia telah berhasil ekspor 7.750 ton bawang merah naik 93,5%.

“Prestasi ini menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia membalikkan keadaan, yang semula importir menjadi negara eksportir bawang merah ke beberapa negara ASEAN. Hari ini, di momen menyambut 73 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita kembali membuktikan kemampuan kita dengan mengekspor bawang merah ke Thailand sebanyak 5.600 ton,” tegasnya.

Di tahun 2016 luas panen bawang merah Indonesia mencapai 149,6 ribu ha dengan produksi mencapai 1,45 juta ton serta luas tanam naik menjadi 22,5% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 target produksi bawang merah 1,47 juta ton naik 1,7% dari tahun 2016. "Sudah ada 5 komoditas pertanian termasuk bawang merah yang berhasil kita ekspor, dan dilakukan dalam jangka waktu yang singkat,” ujar Amran.

Dalam kesempatan tersebut Dirut Bulog, Budi Waseso mengatakan pemerintah harus meningkatkan kualitas komoditas pertanian. Dirut Bulog memiliki 3 tugas yaitu menyerap produk petani dan membeli dengan harga yg menguntungkan petani, lalu menjaga stok ketersediaan bahan yang dibutuhkan masyarakat dan yang terakhir adalah menstabilkan harga petani dan konsumen. Sehingga dalam hal ini sumber kehidupan kita adalah petani.

“Kita harus bangga memiliki Menteri Pertanian yang eksis terhadap masalah pertanian, kemarin kita diserang oleh impor, hari ini kita membuktikan serangan balik, brebes terkenal dengan Bawang merah maka serangan balik tersebut juga datang dari Brebes," tegas Budi Waseso

Untuk diketahui, selain Brebes, masih banyak lokasi sentra kawasan bawang merah, antara lain Cirebon, Bandung, Majalengka, Garut, Demak, Tegal, Nganjuk, Probolinggo, Sampang, Pamekasan, Bima, Sumbawa, Lombok Timur, Tapin dan beberapa daerah sentra lainnya.

Indonesia mampu mengekspor bawang merah ke Thailand dan tingkatkan volume ekspor ke negara lainnya merupakan buah dari keseriusan dan keberhasilan program terobosan pemerintah dalam meningkatkan produksi. Adanya bantuan benih, pupuk, alsintan serta prasarana pertanian lainya diperuntukan bagi petani setiap tahunnya juga berhasil meningkatkan kesejahteraan petani.(exe/ist)


0 Komentar