Kamis, 16 Agustus 2018 22:12 WIB

Hakim Nyatakan Pembunuhan Kim adalah Konspirasi yang Direncanakan dengan Baik

Editor : Eggi Paksha
Siti Aisyah. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Siti Aisyah, wanita asal Indonesia, menjadi sidang vonis terkait kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, hari ini (16/8/2018). Hakim menyatakan, pembunuhan tersebut adalah konspirasi yang direncanakan dengan baik.

Selain Aisyah, wanita asal Vietnam; Doan Thi Huong, juga menjadi terdakwa. Mereka dituduh membunuh Kim Jong-nam dengan mengusapkan racun saraf VX ke wajah korban pada 13 Februari tahun lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2.

Hakim Pengadilan Tinggi di Shah Alam, Azmi Ariffin, memerintahkan kedua terdakwa menyampaikan pembelaan.

"Ada konspirasi yang direncanakan dengan baik antara dua wanita dan empat tersangka Korea Utara yang membunuh Kim secara sistemik," kata Hakim Ariffin, seperti dikutip AP.

"Tidak dapat dikesampingkan bahwa ini bisa menjadi pembunuhan politik," lanjut dia. Namun, hakim mencatat bahwa tidak ada bukti nyata untuk mendukung hal tersebut.

Sebelumnya, Aisyah dan Huong yang mengenakan baju dengan penutup kepala dijaga ketat saat memasuki gedung pengadilan. Keduanya dikawal tim polisi menuju ruang sidang sekitar pukul 08.20 pagi.

Empat tersangka asal Korut yang dianggap sebagai otak serangan sampai saat ini belum ditangkap polisi Malaysia. Absennya empat tersangka utama itu membuat kasus ini janggal jika hanya mengadili Aisyah dan Doan.

Pengacara untuk Aisyah dan Huong mengklaim keduanya tidak bersalah. Kedua wanita itu ditipu oleh empat pria Korut dengan modus berpartisipasi dalam adegan prank atau lelucon di televisi. Siti dan Doan tidak tahu jika adegan mereka dirancang untuk membunuh saudara tiri Kim Jong-un.

Jika hakim memvonis mereka hari ini, mereka tidak dapat dibebaskan segera karena jaksa dapat mengajukan banding serta mengajukan dakwaan terpisah untuk memperpanjang visa mereka.

"Huong tidak pernah bisa menjadi seorang pembunuh karena dia selalu menjadi gadis yang menawan dan pekerja keras," kata Doan Van Thanh, ayah terdakwa asal Vietnam, kepada AFP.(exe/ist)


0 Komentar