Kamis, 06 September 2018 20:45 WIB

Aria Jelaskan Strategi untuk Menangkan Jokowi-Ma'ruf amin dalam Pertempuran Darat

Editor : Eggi Paksha
Joko Widodo (Jokowi) bersama KH Ma'ruf Amin. (foto istimewa)

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Aria Bima, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk memenangkan pertempuran darat.

Aria menyebut, sebanyak 162 ribu 'Infanteri' dari seluruh caleg partai politik (Parpol) pengusung disiapkan untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di lapangan.

"Total dari partai pengusung ini mempunyai personel 162 ribu di 80 dapil untuk tingkat dapil DPR RI untuk dapil tingkat dua saya belum hitung persis," ujar Aria di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (6/9/2018).

Aria menjelaskan, dari 162 ribu pasukan darat tersebut, seluruhnya akan dibekali materi menjadi juru bicara yang langsung terjun ke masyarakat untuk menjelaskan berbagai 'framing' tentang pemerintahan Jokowi selama 5 tahun.

Selain itu, para pasukan darat itu juga akan berbicara tentang framing pasangan Jokowi-Ma'ruf. "Jadi ada tiga framing," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Kemudian lanjut Aria, para pasukan darat ini juga diminta mencermati persepsi publik yang dibangun melalui media sosial, media online dan media mainstream yakni media elektronik dan media cetak.

Menurutnya, berkaitan dengan wacana publik, TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menekankan kepada para juru bicara tentang bagaimana kandidasi Jokowi-Ma'ruf ini mampu mempengaruhi persepsi publik secara positif.

Aria menganggap, figur Jokowi-Ma'ruf yang memiliki narasi positif bisa dikapitalisasi menjadi energi positif yang dikembangkan partai politik pengusung termasuk juru bicara masing-masing parpol.

"Kayak saya ini termasuk jubir timses KIK. Nah jubir capres dan cawaprss itu nanti akan diputuskan sendiri yang kemarin salah satunya misalnya Demiz (Deddy Mizwar). Ini nanti yang akan memberikan presepsi, ini yang akan semakin positif antara jubir-jubir yang ada. Maka kita hati-hati sekali," tandasnya.(exe/ist)


0 Komentar